Sibuk Ngurus Piala Presiden, Joko Driyono Izin Tinggalkan Pemeriksaan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 27 Februari 2019 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 27 337 2023527 sibuk-ngurus-piala-presiden-joko-driyono-izin-tinggalkan-pemeriksaan-6QG0fNQBIY.jpg Joko Driyono saat di Polda Metro Jaya (foto: Okezone)

JAKARTA - Plt Ketum PSSI yang juga tersangka dalam kasus perusakan dokumen pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono menjalani pemeriksaan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Namun pemeriksaan kali ini, Joko Driyono lebih cepat selesainya dibandingkan dengan pemeriksaan sebelumnya.

Seusai menjalani pemeriksaan, Joko Driyono mengaku dirinya meminta izin kepada penyidik untuk pemeriksaan dilanjutkan pada pekan depan. Lantaran dia mengaku sedang mengurusi persiapan kick off Piala Presiden.

“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan untuk datang kembali minggu depan, ini juga ada hubungan dengan beberapa agenda yang sedang kita persiapkan khususnya jelang kick off piala presiden,” kata Joko Driyono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/2/2019).

 ss

Joko Driyono mengaku penyidik Satgas Anti Mafia Bola pun sudah menyetujui permintaanya itu.

“Alhamdulillah disetujui oleh penyidik, dan saya diizinkan untuk meninggalkan. Saya kira demikian ya, terimakasih,” ujar dia.

Terkait pemeriksana hari ini, Joko Driyono mengaku hanya mengkonfirmasi ulang berita acara pemeriksaan dia sebelumnya yang jatuh pada 21 Februari 2019 lalu.

Namun ia tak merinci apa yang dikonfirmasi ulang dalam BAP pemeriksaan sebelumnya. Polisi sendiri nampak belum melakukan penahanan pada Jokdri meski dia sudah lebih dari satu kali diperiksa sebagai tersangka.

"Memang konfirmasi ulang berita acara dari Kamis tanggal 21 minggu lalu," beber dia.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga kuat menjadi aktor di balik perusakan barang bukti skandal pengaturan skor pertandingan sepakbola. Dia juga sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

 sd

Polisi juga sudah menangkap dan menetapkan tiga tersangka terkait kasus perusakan barang bukti ini. Mereka adalah M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.

Ketiganya masuk ke Kantor Komisi Disiplin PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman kamera CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen penting.

Padahal, area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap masing-masing berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, sopir, dan staf Joko Driyono.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini