Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola, Joko Driyono: Bismillah...

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 27 Februari 2019 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 27 337 2023399 penuhi-panggilan-satgas-antimafia-bola-joko-driyono-bismillah-XNxO9FixQL.jpg Joko Driyono. (Foto: Harits Tryan/Okezone)

JAKARTA - Plt Ketum PSSI, Joko Driyono memenuhi panggilan Satgas Antimafia Bola di Mapolda Metro Jaya. Pria yang biasa disapa Jokdri itu dipanggil sebagai tersangka kasus perusakan dokumen pengaturan skor.

Jokdri tiba di Mapolda Metro didampingi oleh dua kuasa hukumnya. Ia mengaku siap menjelani pemeriksaan untuk ketiga kalinya.

"Bismillah... kita jalani ya," ujar Jokdri sebelum menjalani pemeriksaan, Rabu (27/2/2019).

Jokdri yang mengenakan kemeja biru muda langsung masuk ke ruang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, rencananya pemeriksaan dimulai Pukul 10.00 WIB.

(Baca juga: Dari Johar Ling Eng hingga Hidayat, Ini 16 Tersangka Pengaturan Skor)

"Akan dilakukan pemeriksaan terhadap Pak JD," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/2/2019).

Argo mengatakan, pemeriksaan Jokdri masih terkait dengan dua agenda pemeriksaan sebelumnya. "Masih terkait pemeriksaan sebelumnya," ujarnya.

Pemeriksaan Joko Driyono di Polda

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga kuat menjadi aktor di balik perusakan barang bukti skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola. Dia juga sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

Polisi juga sudah menangkap dan menetapkan tiga tersangka terkait kasus perusakan barang bukti ini. Mereka adalah M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.

Ketiganya masuk ke Kantor Komisi Disiplin PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman kamera CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen penting.

Padahal, area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap masing-masing berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, sopir, dan staf Joko Driyono.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini