Share

Wiranto Tantang Sumpah Pocong, Pihak Prabowo Sedih

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 27 Februari 2019 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 27 337 2023299 wiranto-tantang-sumpah-pocong-pihak-prabowo-sedih-CgeXiuXeAG.jpg Warga melintas di depan mural bertulis tragedi 98. Foto: Okezone/Heru Haryono

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno prihatin melihat tantangan sumpah pocong yang dilontarkan Menko Polhukam Wiranto kepada Kivlan Zein dan Prabowo Subianto terkait dalang kerusuhan 1998.

Sebelumnya, Kivlan Zein menuding mantan Panglima ABRI Wiranto sebagai dalang kerusuhan 98 yang menggulingkan Presiden kedua Soeharto.

"Saya prihatin dan sedih melihat perilaku dan kelakuan elite politik kita. Saya sedih ketika para pemangku jabatan pada saat peristiwa 98 tak bisa sampaikan sebuah kejujuran bagaimana sebetulnya 98 terjadi," kata Juru Bicara BPN, Ferdinand Hutahaean kepada Okezone, Rabu (27/2/2019).

Foto/Okezone 

Ketua DPP Partai Demokrat itu meyakini Wiranto sangat mengetahui seluk beluk terjadinya peristiwa 98. Pasalnya, dia merupakan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) waktu itu. Alih-alih menjelaskan peristiwa yang sebenarnya, Wiranto, kata Ferdinand justru menantang Kivlan dan Prabowo melakukan sumpah pocong.

Baca: Tak Kunjung Dituntaskan, Tragedi Mei 98 Akan Jadi Hutang Negara 

Baca: Cerita Orang Tua Korban Tragedi Semanggi & Trisakti yang Mangrak Belasan Tahun

"Saya pikir Wiranto sangat tahu 98 itu terjadi seperti apa. Beliau panglima pada saat itu. Nah sekarang kalau menantang Pak Kivlan Zein lucu lah. Saya prihatin," kata Ferdinand.

Foto/Okezone 

Wiranto menantang calon presiden (capres) Prabowo Subianto, dan Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein untuk melakukan sumpah pocong guna membuktikan dalang dari kerusuhan 1998.

"Saya berani sumpah pocong saja, 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein? Sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu, biar jelas masalahnya. Jangan asal menuduh saja!" tegas Wiranto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 26 Februari 2019.

Foto/Okezone 

Wiranto memaparkan bahwa selama terjadinya kerusuhan dirinya telah melakukan berbagai langkah edukatif, persuasif, dan dialogis dengan para demonstran dan aktivis pada 1998.

Ia pun mengajak semua elemen yang melakukan aksi demonstrasi itu tidak melakukan kerusuhan nasional karena akan dapat merugikan negara.

"Bukan saya sebagai dalang kerusuhan, saya mencegah kerusuhan terjadi dan ternyata tiga hari saya sudah mampu mengamankan tensi ini," sambungnya.

"(Waktu) tanggal 13 Mei terjadi penembakan di Trisakti, pagi. Siang sudah terjadi kerusuhan di Jakarta, tanggal 14 Mei kerusuhan memuncak, dan 14 malam saya kerahkan pasukan pasukan dari Jawa Timur, tanggal 15 pagi Jakarta sudah aman dan seluruh wilayah Indonesia sudah aman," tutur Wiranto.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini