nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luhut: Saya Punya Tambang Batu Bara 6.000 Hektare

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 26 337 2023013 luhut-saya-punya-tambang-batu-bara-6-000-hektare-jqkFTVop6z.jpg Luhut Binsar Panjaitan (Dok. Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Panjaitan membenarkan memiliki lahan seluas 6.000 hektare. Ia mengatakan lahan tersebut digunakan untuk tambang batu bara di Kalimantan Timur.

"Saya punya ya tambang batu bara, berjalan, berproduksi. Enam ribu hektare. Punya pemerintah dan itu berproduksi," kata Luhut usai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Luhut menegaskanlahan tersebut bukanlah Hak Guna Usaha (HGU). Menurut dia, lahan seluas 6.000 hektare itu merupakan lahan negara yang diberikan kepada pengusaha produktif dengan syarat harus melakukan kewajiban seperti pajak.

"Saya pikir, kalau sepanjang dia produktif dan sepanjang dia melakukan kewajiban-kewajiban dengan benar, ya enggak ada masalah (memegang lahan)," ujarnya.

Ilustrasi

(Baca Juga: Tantangan Jokowi soal Pemilik Konsesi Kembalikan ke Negera Berlaku untuk Semua Pihak)

Politikus senior Partai Golkar ini pun tak mempersoalkan bila pemerintah ingin membuka pengusaha-pengusaha mana saja yang mendapat HGU dari negara. Menurut dia, HGU dapat diketahui dengan sistem online single submission (OSO) atau kebijakan satu peta nasional.

"Ya sudah terbuka, berlaku pada semua. Ngapain diumumkan, cari saja," tuturnya.

Diketahui, Luhut memamng menggeluti usaha bidang pertambangan dan perkebunan melalui grup usaha PT Toba Sejahtra. Korporasi tersebut menaungi sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang energi, kelistrikan pertambangan, properti, industri, minyak dan gas, serta perkebunan dan hutan tanaman industri.

Luhut memiliki kepemilikan saham mencapai 99,9 persen di perusahaan yang terbentuk pada 2004 tersebut. Namun, Luhut melepas 90 persen kepemilikan sahamnya pada Oktober 2017.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini