Saksi Ngaku Irwandi Yusuf Tak Pernah Meminta Uang

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 25 Februari 2019 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 337 2022730 saksi-ngaku-irwandi-yusuf-tak-pernah-meminta-uang-DugxIPWKTl.jpg Sidang Irwandi Yusuf (Foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan enam orang saksi dalam kasus penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018 dengan terdakwa Gubernur Aceh Non-aktif Irwandi Yusuf.

Irwandi diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk bertanya kepada para saksi, usai proses pemeriksaan saksi. Keenam saksi kompak menyatakan bahwa terdakwa Irwandi Yusuf sama sekali tak pernah meminta uang terkait pengerjaan proyek apapun yang ada di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

"Kepada saksi, saya tanya apakah saya pernah meminta uang?," tanya Irwandi kepada saksi Taufik Reza yang merupakan Dirut PT Tuah Sejati di ruang majelis, Senin (25/2/2019).

"Tidak pernah," ungkap Reza.

Pertanyaan yang senada turut dilontarkan Irwandi kepada kelima saksi lainnya yang terdiri dari Staf PT Nindya Karya, Sabir Said; Juru bayar PT Tuah Sejati, Carbella Rizkan; Karyawan PT Nindya Karya, Bayu Ardhianto; Mantan Deputi Teknik Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, Ramadhani Ismy; dan Mantan kepala Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang 2010-2011, Ruslan Abdul Gani.

Baca Juga: Kuasa Hukum Irwandi Yusuf Keberatan dengan Saksi yang Dihadirkan Jaksa KPK

Hasilnya, kelima saksi tersebut kompak menyatakan bahwa Irwandi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh tidak pernah meminta imbalan apapun kepada saksi, termasuk uang hasil pengurusan proyek dermaga Sabang.

"Saya pastikan tidak pernah," jawab saksi Ruslan.

Sementara, penasehat hukum Irwandi, Sira Prayuna menyatakan bahwa semestinya saksi yang dihadirkan Jaksa KPK bisa mengungkap korelasi yang kuat antara mantan panglima GAM Izil Azhar Irwandi, serta terdakwa Heru Sulaksono selaku Kepala PT Nindya Karya(Persero) yang telah lebih dulu diproses KPK.

Hal tersebut perlulah dibuktikan, lantaran Izil disebut sebagai pihak yang mengatasnamakan Irwandi saat meminta jatah dalam pengerjaan proyek dermaga Sabang. Sementara keterangan Heru dibutuhkan untuk mengetahui apakah benar ada uang yang mengalir ke Irwandi atau tidak.

"Kami meminta termasuk diri terdakwa (Irwandi Yusuf) meminta untuk satu Heru sulaksono kedua pak Izil Azhar agar bisa dihadirkan di persidangan ini," papar Sira.

Sira menambahkan, Kehadiran Izil maupun Heru dinilai bisa mengungkap siapa sebenarnya penerima uang dari hasil pengurusan proyek dermaga Sabang, yang belakangan justru menyeret mantan Gubernur Aceh itu.

"Kenapa itu penting dilakukan karena antara pemberi dan penerima ini sesungguhnya menjadi standard high dari perkara ini. Dimana gratifikasi ini kan pasal 12b, bahwa ada pemberi suap, ada penerima suap," tegas Sira.

Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh‎, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

Baca Juga; Irwandi Yusuf Ngaku Namanya Dicatut Orang Dekatnya

Irwandi juga didakwa‎ menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai ‎Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4.4 miliar.

Kemudian, Irwandi menerima juga uang melalui Fenny Steffy ‎Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini