nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tangkap 4 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Laut Natuna, Menteri Susi Geregetan

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 19:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 25 337 2022682 pemerintah-tangkap-4-kapal-vietnam-pencuri-ikan-di-laut-natuna-menteri-susi-geregetan-Zx5WDlOtt8.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Empat kapal asal Vietnam diamankan karena diduga melakukan pencurian ikan secara illegal di laut Natuna.

Empat kapal Vietnam itu adalah BV 525 TS, dengan muatan ikan 1 (satu) palka; BV 9487 TS, dengan muatan ikan 2 (dua) palka; BV 4923 TS, dengan muatan ikan 1 (satu) palka; BV 525 TS, dengan muatan kosong.

"Keempat kapal tersebut diduga mencuri ikan menggunakan alat tangkap trawl di Landas Kontinen Laut Natuna," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat konferensi persi di Hotel Preanger, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Susi mengatakan, selain telah menangkap empat kapal tersebut, KRI TOM-357 juga berhasil mengusir dua kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) milik pemerintah Vietnam yang melakukan manuver yang membahayakan kepada petugas TNI AL.

Kapal VFRS (Vietnam Fisheries Resources Surveillance) merupakan lembaga pemerintahan yang bergerak di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal atau Ministry of Agriculture and Rural Development Vietnam bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia dan melakukan manuver yang mengancam (hostile intent) dengan berupaya untuk menghalangi pengawalan empat kapal ikan pencuri.

Kapal-kapal ikan berbendera Vietnam merupakan kapal pelaku ilegal fishing di Indonesia yang jumlahnya paling banyak setiap tahun dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Terhitung sejak Oktober 2014, sejumlah 488 kapal pelaku IUU fishing telah ditenggelamkan, dan 276 diantaranya adalah kapal ikan berbendera Vietnam.

Selain itu, peristiwa merintangi proses penegakan hukum oleh pemerintah Indonesia, dalam 1 (satu) minggu ini sudah 2 (dua) kali dilakukan. Pemerintah Vietnam sebagai bagian dari masyarakat dunia seharusnya tidak membiarkan hal ini terus terjadi melainkan segera melakukan perbaikan danmenyelaraskan diri dengan berbagai gerakan global pemberantasan IUU fishing.

Berkenaan dengan hal ini, Susi mengaku sudah menyampaikan protes keras terhadap tindakan tersebut kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar disampaikan kepada pemerintah Vietnam.

"Saya juga meminta secara diplomatik resmi, pemerintah Vietnam memberikan penjelasan serta pernyataan maaf atas insiden yang terjadi," terangnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini