Irwandi Yusuf Ngaku Namanya Dicatut Orang Dekatnya

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 25 Februari 2019 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 337 2022632 irwandi-yusuf-ngaku-namanya-dicatut-orang-dekatnya-YHwyJSrV50.jpg Irwandi Yusuf

JAKARTA - Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf mengaku namanya dicatut oleh Izil Azhar mengenai proyek pembangunan bongkar muat pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan Sabang.

"Jelas dicatut, saat ketemu Izil Azhar pun saya tanya, dia bilang saya catut," ujar Irwandi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (25/2/2019).

Irwandi yang merupakan Mantan Mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menegaskan, dirinya tak pernah menerima uang sepeser pun dari Izil. Justru sebaliknya, Irwandi mengaku mengeluarkan uang kepada Izil.

"Tidak pernah (terima), uang saya malah keluar ke dia. Dia itu untuk keperluan anak yatim, memang anak yatim bekas GAM ini banyak," tuturnya. Irwandi.

(Baca Juga: Irwandi Yusuf Siap Bongkar Keterlibatan Petinggi Negara di Kasus Dana Otsus Aceh)

Di persidangan, Direktur PT Tuah Sejati, Muhammad Taufik Reza menyatakan pernah menyerahkan uang ke Izil Azhar. Taufik menyebut, Izil meminta uang dengan mengatasnamakan Gubernur Irwandi Yusuf.

"Dalam perjalanannya yang saudara ketahui apakah ada pengeluaran yang untuk Pak Gubernur Aceh saat itu," ujar jaksa Ali Fikri.

"Kalau yang mengatasnamakan gubernur ada pak," kata Taufik.

Lalu, Taufik memaparkan berdasarkan catatan joint operation antara PT Tuah Sejati dan PT Nindya Karya selaku kontraktor, total Rp32,45 miliar telah diserahkan ke Izil sejak 2008 hingga 2011.

Di mana pada tahun 2008, Taufik serahkan Rp9,57 miliar; pada 2009 ia serahkan Rp2,93 miliar; pada 2010 Taufik menyerahkan lagi Rp9,57 juta; dan pada 2011 diserahkan lagi Rp13,3 miliar.

"Kalau di catatan itu penyerahan ditujukan ke gubernur Aceh, tapi yang terima itu Pak Izil Azhar," kata Taufik.

Diketahui sebelumnya, Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh‎, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

Irwandi juga didakwa‎ menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini