Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah, Jokowi: Program Ini Akan Terus Kita Lanjutkan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 22 Februari 2019 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 22 337 2021432 bagikan-3-000-sertifikat-tanah-jokowi-program-ini-akan-terus-kita-lanjutkan-uePAsNERu6.jpg Jokowi menyerahkan sertifikat di Pasar Minggu. (Foto: @setkabgoid)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat. Hari ini Jokowi menyerahkan 3.000 sertifikat tanah untuk warga Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, ia sekaligus menjawab tudingan bahwa pembagian sertifikat tanah untuk rakyat tidak ada gunanya. Padahal, pembagian sertifikat ini merupakan program reforma agraria guna memberikan legalitas hak kepemilikan tanah kepada masyarakat.

(Baca juga: Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah untuk Warga Jaksel)

"Kalau ada yang bilang bagi-bagi sertifikat enggak ada gunanya, enggak apa-apa. Tapi, program ini akan terus kita lanjutkan," kata Jokowi di lokasi penyerahan sertifikat, Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jumat (22/2/2019).

Kepala Negara menuturkan, pembagian sertifikat tanah merupakan solusi dari banyaknya kasus sengketa lahan di Tanah Air.

Pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi. (Foto: Okezone)

"Kenapa sertifikat ini diberikan tidak hanya di Jakarta, tapi seluruh Tanah Air, karena setiap saya ke desa, kampung, sengketa tanah, lahan, di mana-mana. Ini kita harus sampaikan di mana-mana. Enggak di Sumatera Utara, Papua, NTT, NTB. Menyangkut hidup-mati tanah itu," ucap Jokowi.

"Betul enggak bapak/ibu? Di Jakarta sama saja, sama saja. Ada satu tanah dua sertifikatnya. Pak menteri, ada pak gubernur, tanahnya satu, sertifikatnya dua, tiga. Ada. Kalau bapak/ibu sudah pegang sertifikat kan enak," ujar Jokowi.

(Baca juga: Blusukan ke Pasar Minggu, Jokowi Beli Kedondong hingga Ikan Gabus)

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut sejak 2017 pemerintah sudah menerbitkan 5 juta sertifikat. Kemudian pada 2018 diterbitkan 7 juta sertifikat. Tahun ini ditargetkan 9 juta sertifikat tanah yang diserahkan pemerintah.

Jokowi melanjutkan, masih ada 36.850 bidang tanah yang belum disertifikasi di Jakarta Selatan. Ia pun berjanji segera menyelesaikan dokumen tanah tersebut.

"Menteri bilang 36.000 (bidang tanah) akan diselesaikan. Janji pak menteri diingat-ingat. Artinya, kepala kantor BPN harus rampung. Saya tinggal ngecek saja, rampung enggak, selesai enggak. Kalau enggak selesai, kepala kantor (BPN) tahu sendiri, kepala kanwil tahu sendiri," ujar Jokowi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini