Dewan Pers: Hoax Terjadi karena Jari Kita Latah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 22 Februari 2019 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 22 337 2021395 dewan-pers-hoax-terjadi-karena-jari-kita-latah-tTJVDeNoZj.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo melalui Direktorat Pengelolaan Media menggelar kegiatan Workshop Peliputan Pemilu 2019. Kegiatan pelatihan wartawan meliput Pemilu ini bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Direktur Pengelolaan Media Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Siti Meiningsih mengatakan bahwa kegiatan ini juga terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum guna mensosialisasikan cara mengantisipasi berita bohong (hoax), terutama dalam menyambut Pemilu.

Siti melanjutkan acara bertemakan 'Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokratis dan Bermartabat' itu diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam berkampanye antihoax dan mengajak wartawan serta masyarakat menggunakan media sosial dengan bijak.

Menurutnya, kendati penggunaan medsos sudah diatur ketat lewat hadirnya UU ITE, namun tindakan persuasif untuk bijak dalam penggunaan media sosial lebih diutamakan oleh pemerintah.

"Mari isi medsos dengan konten-konten positif. Walaupun kita sudah punya UU ITE, tapi kita lebih mengedepankan edukasi penggunaan media sosial," kata Siti dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Jumat (22/2/2019).

Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers, Jimmy Sillalahi juga mengimbau insan pers dan masyarakat untuk sama-sama mengendalikan diri untuk bijak dan tidak menyebarkan berita bohong.

"Hoax terjadi karena kelatahan jari kita. Rasa ingin duluan menyebarkan informasi yang terjadi akhirnya menyebar kemana-mana. Intinya pengendalian diri (jari)," tegasnya.

Dalam kegiatan workshop tersebut peserta diberikan materi soal kode etik jurnalistik dalam peliputan selama proses Pemilu 2019.

Selain itu, peserta akan diberikan pembekalan tentang pengambilan sudut pandang berita dalam hal politik. Dimana suasana politik dan psikologis masyarakat cenderung memanas.

Dengan pembekalan dalam workshop kali ini, diharapkan wartawan yang menjadi peserta dalam menyajikan berita yang menyejukkan bagi masyarakat dan tidak menghadirkan keresahan.

"Media massa sebagai salah satu sumber infomasi masyarakat diharapkan tetap berdiri sendiri atau independen dalam gelaran Pemilu Serentak pada 17 April 2019. Wartawan sebagai ujung tombak dari media massa, agar selalu mengedepankan dan membangun independensi media," tambah Ketua PWI Yogyakarta Sihono.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini