Lawan Hoaks, Polri: Tunjukkan Rasa Nasionalisme Kita!

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 20 Februari 2019 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 20 337 2020623 lawan-hoaks-polri-tunjukkan-rasa-nasionalisme-kita-R2fm0Z9WvC.jpg Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, agar semua pihak mewaspadai peredaran hoaks. Bila tak diwaspadai dan diperangi bersama hoaks bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tunjukkan rasa nasionalisme kita (dalam melawan hoaks). Jangan korbankan NKRI," ujar Iqbal dalam diskusi publik bertajuk "Sikap Cerdas Generasi Milenial: Menangani Hoaks dengan Konstruktif Solutif" di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

(Baca Juga: Demi Menakut-nakuti Anaknya, Ibu Ini Jadi Tersangka karena Bikin Laporan Palsu soal Penculikan)

Kasus hoaks terus bertambah, Iqbal pun memastikan Polri tak akan tinggal diam. Menurutnya, ada terobosan yang telah dilakukan Polri untuk menekan hoaks, baik secara tekonologi maupun pendekatan preventif.

"Kami melakukan terobosan berbasis IT dan melakukan pendekatan pre-emtif dan preventif melalui sosialisasi literasi media dan solusi bernuansa kekinian," katanya.

Ilustrasi

Cara preventif yang dilakukan misalnya dengan memberikan edukasi melalui diskusi dengan pakar, baik informal maupun santai. "Misalnya, millenial road safty festival, goes to campus, kampanye anti hoaks, lomba dan event, silaturahmi Kamtibmas dan lain-lain," katanya.

Menurut Iqbal, ada banyak kasus hoaks yang ditangani Polri. Namun, tidak semuanya lanjut ke persidangan. Misalnya, selama 2018 ada 52 kasus yang ditangani Polri. "Tapi hanya 18 yang dilanjutkan ke persidangan," ujarnya.

Iqbal mencontohkan kasus yang ditindak Polri adalah kasus hoaks gempa susulan di Palu, kasus Ratna Sarumpaet, hoaks pernyerangan tokoh agama sebagai tanda kebangitan PKI, 7 kontainer surat suara sudah tercoblos.

(Baca Juga: Pemuda Harus Berperan Tangkal Hoaks di Tahun Politik)

Pengamat politik, Muhammad Qodari menuturkan, hoaks di era digital menimbulkan kecemasan dan keprihatinan masyarakat. Ia menilai, generasi yang rawan terkena hoaks adalah milenial.

"Generasi milenial merupakan kolompok yang rawan terpapar hoaks, tidak sedikit di antara mereka tanpa berpikir panjang langsung men-share informssi yang tidak jelas. Bahkan, ada juga ada yang memproduksi ulang informasi tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan setelahnya," ujar Qodari yang juga hadir di acara diskusi yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini