Jokowi Disebut Punya 32 Rekening di Luar Negeri Senilai USD 8 Juta, Benarkah Demikian?

Adi Rianghepat, Okezone · Rabu 20 Februari 2019 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 20 337 2020588 jokowi-disebut-punya-32-rekening-di-luar-negeri-senilai-usd-8-juta-benarkah-demikian-MgKXMaAR2c.jpg

ISU kepemilikan rekening gendut milik Presiden Joko Widodo kembali dihembus jelang pemilu Presiden 2019. Media sosial menjadi salah satu jembatan sebaran isu tersebut. Sebuah video yang beredar berjudul "Rekening Gendut Jokowi di Luar Negeri Tidak Dilaporkan" (https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=253270148929957&id=480118615846126).

Dalam video itu ditampilkan Ketua Progres 98, Faizal Assegaf yang menyebutkan ada 32 rekening milik capres Joko Widodo dan istrinya, Iriana Joko Widodo, di beberapa bank di luar negeri yang bernilai hingga 8 juta dolar AS.

Faizal lantas mempertanyakan Jokowi yang tidak melaporkan puluhan rekening di luar negerinya itu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia pun menyimpulkan adanya kecurangan dan ketidaknetralan KPU dalam kasus ini.

"Jadi kalau kasus-kasus ini sama sekali tidak ditanggapi khususnya oleh KPK dan KPU, menurut kami, ada upaya untuk melanggengkan atau menghalalkan praktik demokrasi busuk untuk melahirkan calon presiden boneka melalui kekuatan-kekuatan intervensi," ujar Faizal dalam video tersebut.

Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Ingusan Channel pada 28 September 2018 dan telah ditayangkan sebanyak 223 ribu kali dan dibagikan sebanyak lebih dari 10 ribu kali.

Video serupa pun sebelumnya juga disebarkan akun Facebook dengan nama Rara Putri Edelweis pada 13 September 2018, telah ditayangkan sebanyak 625 ribu kali dan dibagikan sebanyak lebih dari 27 ribu kali.

Video viral tersebut ternyata merupakan kejadian lama dan merupakan isu yang sempat hangat pada pertengahan 2014, menjelang pemilihan presiden yang diikuti Jokowi dan pasangannya saat itu, Jusuf Kalla.

Progres 98 saat itu menemukan dugaan adanya manipulasi laporan kekayaan Joko Widodo. Mereka menuding Jokowi tidak transparan ketika menyampaikan laporan kekayaannya ke KPU dan KPK. Temuannya yaitu 32 rekening atas nama Joko Widodo dan Iriana senilai 8 juta dolar AS yang terdaftar di beberapa bank di luar negeri seperti di Hong Kong, Filipina, Singapura, dan lainnya.

Menurutnya, sebagaimana diketahui bahwa penyampaian laporan kekayaan Joko Widodo yang resmi tercatat di KPK adalah senilai Rp29.453.455.000. Video viral itu lalu diverifikasi. Situs Katadata pun melakukan pengecekan terhadap foto dokumen kepemilikan rekening capres Joko Widodo di HSBC Hong Kong yang beredar di media sosial.

Foto tersebut dibagikan oleh Faizal Assegaf dalam akun Facebooknya. Dokumen itu menyebutkan bahwa Jokowi memiliki simpanan uang dengan jumlah 77.500 dolar AS. Tertera juga logo HSBC di pojok kanan atas dokumen.

Dalam pengecekan yang dilakukan Katadata, ditemukan beberapa keanehan terkait dokumen rekening tersebut. Yang paling kentara adalah kesalahan penulisan nama bank. Seharusnya nama bank adalah Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited. Namun dalam dokumen yang tersebar tertulis Shangai dan bukanlah Shanghai.

Pengecekan pun berlanjut dengan melakukan transfer ke nomor rekening yang tercantum dalam dokumen, namun ditolak dengan notifikasi bahwa informasi bank penerima tidak ditemukan.

Customer Support HSBC pun menjelaskan bahwa swift code atau kode bank yang dicantumkan dalam daftar transfer salah. Seharusnya transfer untuk ke Bank HSBC Hong Kong menggunakan swift code HSBCHKHHHKH bukan HSBCHKHHEDB.

"Satu bank di satu negara kodenya harusnya sama, tidak berbeda," kata petugas HSBC yang dihubungi Katadata.

KPK pun melakukan penelusuran terkait laporan Progres 98 yang menyebut adanya rekening Jokowi di luar negeri yang tidak dilaporkan tersebut. Wakil Ketua KPK saat itu, Adnan Pandu Praja pun menyatakan tidak ada satu pun rekening di luar negeri atas nama Joko Widodo.

"Terkait rekening di luar, tidak ada satu pun rekening di luar negeri atas nama Jokowi,"‎ kata Adnan di KPK, Jakarta, Selasa (14/10/2014).

Melalui Adnan, KPK pun mengklaim sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Tapi setelah dilakukan penelusuran mendalam ternyata soal rekening Jokowi yang ada di luar negeri nihil. KPK pun menyatakan Jokowi bersih.

"Kami sudah mengklarifikasi ke PPATK, dan PPATK tidak bisa mem-follow up ke luar negeri karena tidak ada kasusnya. Jadi untuk rekening klir juga," tegas Adnan.

Kesimpulan

Video dugaan temuan rekening gendut Jokowi di luar negeri yang kembali beredar menjelang Pilpres 2019 merupakan video yang sempat dibuat pada Pilpres 2014. Pada 2014, tudingan Progres 98 terhadap adanya rekening Jokowi di luar negeri yang tidak dilaporkan ke KPU dan KPK telah dibuktikan sebagai hoaks.

Terdapat keanehan dalam dokumen rekening Jokowi yang ditemukan Progres 98, seperti kesalahan tulis nama bank dan tidak dapat dilakukannya transfer ke nomor rekening yang tercantum.

Penelusuran KPK yang berkoordinasi dengan PPATK juga membuktikan tidak adanya rekening atas nama Joko Widodo di luar negeri. KPK pun menyatakan Jokowi bersih.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini