PN Jakarta Pusat Gelar Sidang Sengketa Kepengurusan Peradi

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 20 Februari 2019 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 337 2020303 pn-jakarta-pusat-gelar-sidang-sengketa-kepengurusan-peradi-Lpett7o0pv.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menggelar sidang sengketa perkara gugatan terhadap DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) versi Luhut MP Pangaribuan. Pada sidang kali ini, mantan Ketua Umum (Ketum) DPN Peradi, Otto Hasibuan dihadirkan sebagai saksi.

Otto menegaskan bahwa Peradi yang sah adalah di bawah kepengurusan Ketua Umum Fauzie Yusuf Hasibuan dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Thomas Tampubolon.

"Peradi yang dipimpin Fauzie Hasibuan itulah yang sah menurut saya. Itu poinnya kesaksian saya," kata Otto dalam keterangannya, Selasa (19/2/2019).

Otto yang hadir sebagai saksi fakta bersama Hermansyah Dulaimi menyatakan bahwa Peradi kepengurusan Fauzie dibentuk sesuai Anggaran Dasar (AD) yaitu melalui Musyawarah Nasional (Munas). Sedangkan Peradi kubu lain diklaimnya tidak sesuai dengan AD Peradi karena berdasarkan deklarasi atau bukan lahir berdasarkan Munas yang sah.

(Baca juga: Rakernas Peradi hanya Akui Kepengurusan Otto Hasibuan)

Kepada majelis hakim yang diketuai Sunarso, Otto menjelaskan bahwa Peradi dibentuk pada tahun 2005 silam setelah lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Kemudian ia menjabat sebagai ketum selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015.

Saat akan berakhir kepengurusan, Peradi lantas menggelar Munas di Makassar, Sulawesi Selatan pada 26-28 Maret 2015. Namun Munas tersebut ricuh karena terjadi perbedaan pendapat tentang sistem pemilihan ketua yaitu antara suara cabang atau sistem one man one vote.

"Kapolres di sana waktu itu menyarankan supaya acara tidak dilanjutkan karena takut terjadi pertumpahan darah. Karenanya Munas gagal memilih ketua dan dinyatakan ditunda selama 3-6 bulan," ujar Otto.

(Baca juga: Kisruh Munas Peradi Dikhawatirkan Dicontoh Advokat Muda)

Ilustrasi Peradi

Panitia kemudian mengundang cabang-cabang atau perwakilan untuk hadir. Dalam Munas tersebut muncul tiga kandidat Ketum yakni Fauzie Yusuf Hasibuan, Fredrich Yunadi dan James Purba. Berdasarkan hasil pemilihan, Fauzie Yusuf meraih suara terbanyak. Adapun Fredrich Yunadi di posisi kedua dan James Purba menempati urutan ketiga.

"Karena pemilihan dilakukan dalam Munas Peradi dan yang terpilih Fauzie, maka saya katakan Peradi yang sah adalah Peradi yang ketuanya Fauzie Hasibuan," tuturnya.

Sebelumnya, Peradi kubu Fauzie Yusuf menggugat Peradi versi Luhut MP Pangaribuan di PN Jakarta Pusat. Dalam materi gugatannya, Peradi kubu Fauzie mendesak pengadilan menyatakan Peradi tandingan selaku tergugat adalah tidak sah dan harus dibubarkan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini