nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Yakin Bukti Rekaman Sadapan Identik dengan Suara Lucas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 21:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 19 337 2020291 kpk-yakin-bukti-rekaman-sadapan-identik-dengan-suara-lucas-6aWOtQKCu1.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini bahwa Advokat Lucas terbukti ‎membantu melarikan buronan lembaga antirasuah, Eddy Sindoro ke luar negeri. Hal tersebut terbukti dari rekaman sadapan percakapan yang dimiliki penyidik KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah meyakini bahwa ‎rekaman sadapan penyidik yang pernah diputar di persidangan identik dengan suara Lucas dan Eddy Sindoro. Keyakinan tersebut diperkuat oleh ahli digital akuistik pada saat dihadirkan sebagai saksi ahli di persidangan.

(Baca Juga: Saksi Bantah Rekaman Suara JPU soal Hubungan Lucas dan Eddy Sindoro) 

"KPK meyakini ahli di bidang forensik suara ucap ini atau digital akustik ini lebih valid secara teknis dan hukum untuk membuktikan identiknya suara terdakwa atau pihak lain dengan bukti penyadapan yang sudah dimiliki KPK," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).

 

Menurut Febri, KPK juga telah mengajukan ahli digital akustik tersebut untuk kasus lain‎ yang berkaitan dengan Lucas. Hal tersebut, untuk membuktikan kebenaran suara percakapan antara Lucas dengan Eddy Sindoro dalam bukti penyadapan yang dimiliki KPK.

"Dalam proses analisis tersebut, ahli digital akustik yang diajukan KPK telah terlebih dahulu menguji suara sample yang diambil dari suara terdakwa saat diperiksa dengan suara pada bukti komunikasi penyadapan. Proses pengujian dilakukan ahli di laboratorium di ITS," terangnya.

Hasilnya, kata Febri, analisis ahli digital akuistik yang diajukan KPK berbeda dengan ahli digital forensik yang diajukan terdakwa Lucas. Dimana, sambungnya, ahli digital yang diajukan Lucas dianggap hanya menyoroti prosedur perpindahan rekaman dari satu benda ke benda lain.

"Hal tersebut tentu juga sudah kami pikirkan dan lakukan secara hati-hati, sehingga KPK yakin selain menjaga keaslian suara, juga memastikan prosedurnya sah secara hukum," tambahnya.

Sebelumnya, tim Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK sempat memutar rekaman sadapan percakapan yang diduga antara Lucas dan Eddy Sindoro dalam persidangan Kamis, 17 Januari 2019. Namun, Eddy Sindoro yang dihadirkan sebagai saksi tidak bisa menjawab dengan pasti percakapan tersebut.

Febri menegaskan KPK tidak terlalu khawatir dengan pernyataan Eddy Sindoro tersebut. Sebab, pihaknya kerap berurusan dengan bantahan-bantahan di persidangan.

"Hakim tentu akan menggali kebenaran materil dengan melihat apakah suara yang bersangkutan identik atau tidak menggunakan alat bukti yang lain," imbuhnya.

(Baca Juga: Saksi Ahli Anggap Penyidik KPK Lalai dalam Perkara Lucas) 

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini