Setnov Akui Suruh Anaknya Berguru Ekspor-Impor ke Johannes Kotjo

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 19 Februari 2019 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 337 2020258 setnov-akui-suruh-anaknya-berguru-ekspor-impor-ke-johannes-kotjo-6mSwDIBOPp.jpg Setya Novanto bersaksi di sidang kasus PLTU Riau (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) mengaku ‎memerintahkan putra kandungnya, Rheza Herwindo belajar ekspor-impor dengan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Sebab, menurut Setnov, Kotjo sosok pengusaha sukses.

Hal tersebut diungkapkan Setnov setelah Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi keikutsertaan Rheza Herwindo ‎dalam pertemuan di Hotel Fairmont dengan Kotjo dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih.

"Anak saya, saya suruh belajar dengan Kotjo, 'Tjo kalau bisa ajarin‎ mengenai ekspor impor karena ingin belajar'," kata Setnov saat bersaksi untuk terdakwa perkara suap proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

(Baca Juga: Bacakan Pleidoi, Eni Saragih Menangis Disebut Pelaku Utama Suap PLTU Riau-1

Menurut Setnov, Rheza akrab dengan Dirut PT Samantaka Batubara, James Rijanto yang juga saudara Kotjo. Sehingga Rheza kerap diajak James untuk bertemu dengan Kotjo.

"Kebetulan dia (Kotjo) punya saudara namanya James, terus dengan Jameslah dia diajak belajar manajemen dan itu, kalau enggak salah menurut anak saya sebulan sekali belajar," ujarnya.

 Johannes Kotjo

Namun, Setnov menyangkal mengutus putranya untuk membantu Kotjo mengawal proyek PLTU Riau-1 dalam pertemuan di Hotel Fairmont, Jakarta, dengan Eni Saragih.

"Enggak. Karena waktu saya tanya kemarin, kamu ke fairmont ikut enggak? Oiya ikut sebentar, diajak sama James, saya enggak ikut lama, keluar karena ada janji‎, itu cerita anak saya," katanya.

Johannes Kotjo sendiri telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam perkara ini. Hakim menyatakan Kotjo terbukti bersalah dan dijatuhkan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara serta denda Rp150 juta subsidair tiga bulan kurungan.

(Baca Juga: Setya Novanto dan Johannes Kotjo Bakal Bersaksi soal Suap PLTU Riau-1

Sedangkan Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut didakwa menerima suap bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Suap itu dimaksudkan untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini