nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan Berantai Peringatan Bangkitnya PKI Hebohkan Medsos, Seperti Apa Faktanya?

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 12:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 19 337 2019982 pesan-berantai-peringatan-bangkitnya-pki-hebohkan-medsos-seperti-apa-faktanya-LXFmNHbhPv.jpg

SEBUAH pesan peringatan untuk waspada karena ada indikasi nyata PKI mulai bangkit beredar melalui pesan berantai WhatsApp. Dalam pesan yang dilengkapi foto seorang pria tewas di dalam masjid itu, si pembuat informasi juga menuliskan narasi, sebagai berikut:

"Info & Mohon Kroscek ke yg ada akses ke TKP!

 

Dan Waspada, indikasi nyata PKI mulai bangkit..

 

Kabar kejadian:

 

KAMIS, 14 Feb 2019, kurleb pukul 19.45,

 

Maslikin, 54th, dibacok dari belakang,

Saat korban sdg Sholat Isya berjama'ah di Masjid Miftahul Falah,

Rt2 Rw2, Dusun Salam,

Desa Sindangsari, KEC.SUKASARI, SUMEDANG

 

Innaalillahi wa innaa ilaihi roji'uun..

Allahummaghfirlahu warhamhu..

Semoga korban, Allah angkat derajatnya...

Dan klrga yg ditinggalkan Allah karuniai pahala dan limpahan kebaikan serta kekuatan yg lebih barokah...Aamiiin.

 

Allahumma a'izzil islaama wal muslimiin, wa dammir a'daa.aka wa a'daa.addiin. aamiiin

 

Ummat Islam, lebih kuatkan persatuan, saling jaga dan siaga penuh..."


 

Hasil penelusuran Aribowo Sasmito, Co-Founder, Head of Fact Checker Committee di Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), ternyata informasi yang disebarkan itu adalah false context. Dimana ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.

“Pembuat informasi menggunakan foto korban peristiwa pembacokan di Sumedang dan menambahkan narasi untuk membangun premis memelintir konteks foto yang sebenarnya. Itu bukan PKI, pelaku (pembacokan) sudah ditetapkan sebagai tersangka mengalami gangguan jiwa,” jelas Aribowo dalam debunk-nya di laman grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Minggu (17/2/2019).

Dikatakan Aribowo, hal tersebut dapat dibuktikan dari beberapa artikel yang berhubungan. Seperti portal daring Suara(dot)com yang pernah memuat pemberitaan (http://bit.ly/2GvyTdI) berjudul: "Maslikin Tewas Dikapak saat Salat Isya di Masjid Miftahul Falah"

Dalam pemeritaan yang dimuat pada Jumat, 15 Februari 2019 itu menceritakan bahwa, Maslikin, lelaki berusia 51 tahun tewas bersimbah darah karena dibacok saat menunaikan salat isya di masjid Miftahul Falah, Dusun Salam, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis (14/2/2019) malam. Pelaku sudah tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kurnaeveri alias EA. Lelaki berusia 48 tahun itu adalah tetangga Maslikin.

Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Hartoyo dalam keterangan tertulis yang didapatkan Suara.com, Jumat (15/2/2019), menjelaskan Muslikin tengah salat Isya sekitar pukul 19.30 WIB. “Saat itulah pelaku datang dari arah belakang dan langsung membacok kepala korban memakai kapak. Dua kali dibacok sehingga korban tewas seketika,” kata Hartoyo.

Jemaah yang mengetahui peristiwa itu langsung menghubungi Polsek Sukasari yang bersama aparat polres langsung bergerak ke lokasi untuk menangkap pelaku. Ia menjelaskan, pelaku dipastikan mengalami gangguan kejiwaan.

Kepastian itu didapat setelah mendengar pengakuan tersangka saat dinterogasi, yang tak pernah menjawab sesuai pertanyaan penyidik. ”Jadi ini murni motifnya karena ada gangguan jiwa, bukan politik atau hal lain,” tuturnya.

Dihari yang sama, detikNews juga memuat artikel serupa (http://bit.ly/2SaPCEA) dengan judul: "Pria Tewas Dikapak di Masjid, Polisi: Pelaku Dapat Bisikan Gaib". Yang pada intinya, sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi, pelaku mengaku mendapat bisikan gaib.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini