Setya Novanto dan Johannes Kotjo Bakal Bersaksi soal Suap PLTU Riau-1

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 19 Februari 2019 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 337 2019927 setya-novanto-dan-johannes-kotjo-bakal-bersaksi-soal-suap-pltu-riau-1-fCoesu1JCN.jpg Sidang (Shutterstock)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang lanjutan perkara suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk terdakwa Idrus Marham. Agenda persidangan masih pemeriksaan saksi-saksi.

Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menghadirkan Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo di sidang Idrus Marham, hari ini.

 Baca juga: KPK Cegah Bos Blackgold Natural Resources Bepergian ke Luar Negeri

"Johannes Kotjo dan Setya Novanto (saksinya)," singkat tim kuasa hukum Idrus Marham, Samsul Huda kepada Okezone, Selasa (19/2/2019).

 Setya Novanto

Setnov namanya kerap disebut dalam persidangan perkara suap proyek PLTU‎ Riau-1 untuk terdakwa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Eni Saragih mengaku bahwa diperintah dan diutus oleh Setnov yang merupakan Ketua Fraksi Golkar untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.

 Baca juga: KPK: Eni Saragih Minta Uang ke Samin Tan untuk Keperluan Pilkada Suaminya

Sementara Johannes Kotjo sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam perkara ini. Hakim menyatakan bahwa Kotjo terbukti bersalah dan dijatuhkan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara serta denda Rp150 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Dalam perkara ini, Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.

 Baca juga: KPK Tetapkan Pengusaha Samin Tan Tersangka Suap PLTU Riau-1

Mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut didakwa menerima suap bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Suap itu dimaksudkan untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini