nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lapas Masih Jadi "Surga" Pengedar Narkoba

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 23:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 18 337 2019837 lapas-masih-jadi-surga-pengedar-narkoba-431hdJKuyq.jpg Foto Ilustrasi

JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) saat ini justru dianggap sebagai tempat paling aman atau "Surga" bagi para Narapidana (Napi) yang masih terlibat dalam bisnis peredaran narkoba di Indonesia. Pasalnya, masih banyak ditemukan kasus tindak pidana narkotika yang dikendalikan oleh Napi dibalik penjara.

Ketum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN), Jefri Tambayong menyebut bahwa Lapas adalah tempat peredaran narkotika yang paling aman. Para penghuni menyebut tempat itu adalah "apotik" dimana semua narkoba bisa dengan mudah didapat.

"Meski sudah beberapa kali diungkap, namun tempat itu pasti ada lagi," kata Jefri, saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (18/2/2019.

Oleh sebab itu, Jefri mengamini data yang ditemukan oleh BNN, yang menyatakan bahwa sebagian besar peredaran narkoba dikendalikan oleh Napi. Atas kondisi itu, ia meminta Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly untuk bertindak tegas, lantaran peredaran narkotika didalam lapas sudah semakin merajalela.

"Saya setuju dengan apa yang sebelumnya disampaikan BNN bahwa hampir 90 persen pengendali narkoba ada didalam penjara, dan memang itu benar. Dan saya sangat yakin apalagi banyaknya oknum yang terlibat," ujar dia.

 sd

Atas kondisi itu dan melihat Indonesia yang sudah darurat narkoba, Jefri pun meminta dilakukan pergantian di Dirjen pemasyarakatan. Dimana sosok dari TNI maupun polri, yang dianggap bisa mengatasi peredaran narkotika yang sudah semakin parah.

"Harus segera diganti, menurut saya libatkan TNI dan polri, karena saat ini sudah darurat narkoba," ungkap dia.

Jefri menyebut, harus ada pergantian mulai dari dirjen PAS hingga ke sipir. Selanjutnya, buat juga regulasi yang jelas dengan menaikan gaji sipir, dengan konsekuensi kalau mereka menangkap bandar diberi Rp100 juta, dan kalau mereka ditangkap kasih hukuman minimal 20 tahun.

"Tapi selama ini banyak juga orang yang mau pasang badan demi uang, karena itu perlu pasukan perang yang siap menerangi bandar," tutur dia.

 sd

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut peredaran narkoba masih didominasi oleh narapidana yang saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan (lapas). Mereka pun meminta agar Menteri Hukum dan HAM untuk mereposisi Dirjen Pemasyarakatan (dirjen PAS) yang selama ini gagal dalam merevitalisasi penjara.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari yang mengharapkan kementerian untuk segera bertindak. Pasalnya, 90 persen hasil pengungkapan yang dilakukan pihaknya, semua bersumber dari dalam lapas.

"Seperti pengungkapan 100 kilogram sabu dan 1,4 ton ganja, semua dikendalikan napi. Semuanya dikendalikan dari dalam lapas," katanya, beberapa waktu lalu.

Menurut Arman, selama ini juga pihaknya sudah melaporkan siapa saja bandar-bandar besar ke dirjen PAS. Namun bukannya diberikan pengawasan ekstra, napi itu malah dibiarkan kembali mengendalikan peredaran narkotika.

"Dengan maraknya peredaran dan juga penyeludupan yang dikendalikan oleh napi, bisa kita simpulkan bahwa memang pengawasan agak lemah, dan barang kali pengawasan terabaikan," tutup Arman

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini