Benarkah Kekayaan Indonesia Banyak Berada di Luar Negeri Seperti Klaim Prabowo?

Adi Rianghepat, Okezone · Senin 18 Februari 2019 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 337 2019476 benarkah-kekayaan-indonesia-banyak-berada-di-luar-negeri-seperti-klaim-prabowo-Mn9N1VKbTx.jpg

CALON Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan, banyak kekayaan Indonesia tidak berada di dalam negeri, melainkan luar negeri.

β€œKita akan mengamankan semua sumber ekonomi bangsa Indonesia. Masalah pokok bangsa kita adalah bahwa kekayaan kita tidak tinggal di republik kita,” kata Prabowo saat debat capres sesi kedua, di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Benarkah kekayaan Indonesia banyak berada di luar negeri? Jumlah kekayaan Indonesia sendiri bisa dilihat dari jumlah tax amnesty yang sempat dicanangkan pemerintahan Jokowi serta jumlah devisa negara dan devisa hasil ekspor.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak pe 1 April 2017, total pelaporan harta melalui tax amnesty mencapai Rp4.855 triliun, naik Rp112 triliun dibanding sebelumnya.

Deklarasi harta di dalam negeri masih mendominasi dengan total Rp3.676 triliun. Sisanya yaitu deklarasi harta di luar negeri Rp1.031 triliun dan harta yang dibawa pulang ke Indonesia (repatriasi) Rp147 triliun.

Adapun jumlah uang tebusan mencapai Rp114 triliun, pembayaran tunggakan Rp 18,6 triliun dan pembayaran bukti permulaan Rp1,75 triliun.

Total uang yang masuk ke kas negara mencapai Rp135 triliun. Sebelumnya, pemerintah membuat sejumlah target meliputi dana deklarasi dalam dan luar negeri Rp4.000 triliun, dana repatriasi Rp 1.000 triliun dan uang tebusan Rp165 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri berharap, pasca tax amnesty dunia perpajakan Indonesia terang benderang. "Sesudah hari ini, sesudah tax amnesty, seluruh kegelapan di dalam perpajakan berakhir malam ini dan besok terbitkan terang," ujarnya.

Sementara itu Direktur Statistik Bank Indonesia (BI) Tutuk Cahyono mengungkapkan devisa hasil ekspor (DHE) yang 100% dibawa ke Indonesia akan meningkatkan suplai rupiah itu sendiri setelah DHE dikonversi.

DHE yang dibawa pulang ke Tanah Air pun dianggap tidak akan memberatkan cadangan devisa (cadev). Sebab, cadev menjadi senjata terakhir bagi otoritas moneter untuk menenangkan nilai tukar rupiah. Posisi cadev sampai hingga 2018 sebesar US$ 118,3 miliar dan bisa membiayai kegiatan impor selama 6,9 bulan atau di atas standar kecukupan internasional selama tiga bulan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini