Peristiwa 18 Februari: Genjatan Senjata Perang Salib VI hingga Wartawan Indonesia Disandera di Irak

Athallah Muti, Okezone · Senin 18 Februari 2019 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 337 2019400 peristiwa-18-februari-genjatan-senjata-perang-salib-vi-hingga-wartawan-indonesia-disandera-di-irak-MDCpcu3T8A.jpg Meutya Hafid.

BERBAGAI peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada hari ke-49 dalam sistem kalender Gregorian, 18 Februari. Salah satunya adalah genjatan senjata perang salib ke-VI. Genjatan senjata itu sekaligus menegaskan Yerusalem, Nazaret, dan Betlehem menjadi kekuasaan Kekaisaran Romawi Suci tanpa harus berperang.

Selain peristiwa itu, 18 Februari juga mengingatkan akan peristiwa diculik dan disanderanya dua wartawan asal Indonesia oleh sekelompok pria bersenjata saat bertugas di Irak pada 18 Februari 2005.

Berikut Okezone rangkum beberapa peristiwa penting dan bersejarah pada 18 Februari seperti dihimpun dari Wikipedia.org, Senin (18/2/2019).

1. Genjatan Senjata Perang Salib VI – 1229

Dalam Perang Salib VI, Kaisar Romawi Suci, Fredrik II, menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan pemimpin Dinasti Ayyubiyyah, Al Kamil, untuk rentang waktu 10 tahun.

Perjanjian itu sekaligus menegaskan Yerusalem, Nazaret, dan Betlehem menjadi kekuasaan Kekaisaran Romawi Suci tanpa harus berperang maupun dukungan dari kepausan (Uskup Roma dan pemimpin Gereja Katolik di seluruh dunia).

2. Pangeran Clarence Inggris dihukum mati – 1478

Pangeran Clarence Inggris, George, dihukum mati secara tertutup di Menara London, Inggris karena dianggap berkhianat kepada sang raja, Edward IV. George adalah adik kandung dari Edward IV yang juga mempunyai peran besar dalam kepemimpinan raja Inggris Raya.

3. Astronom AS Temukan Planet Pluto – 1930

Seorang astronom asal Amerika Serikat (AS), Clyde William Tombaugh, menemukan sebuah planet baru dalam sistem tata surya melalui observatoriumnya di Arizona, AS.

Pluto

Planet itu lantas diberi nama Pluto yang diusulkan oleh Venetia Burney, seorang gadis murid sekolah inggris yang kala itu berusia 11 tahun. Usul ini terpilih dari sekian banyak nama lainnya karena nama itu sesuai dengan nama dewa Romawi dari dunia bawah.

4. Jepang Mendirikan Negara Boneka di Tongkok – 1932

Pemerintah Jepang mendirikan sebuah negara boneka bernama Manchuko di sebelah timur laut Republik Rakyat Tiongkok. Wilayah ini secara umum dikenal sebagai Manchuria oleh orang Barat dan orang Jepang.

Mantan penguasa Tiongkok, Dinasti Qing, menetapkan Manchuko sebagai “tanah air” kelompok etnis keluarga penguasa bangsa Manchu. Meskipun nama negara ini menggunakan kata Manchu, orang-orang Manchu sendiri hanya menjadi minoritas di negara ini, dan Han Tiongkok menjadi penduduk mayoritas.

5. Dua Wartawan Indonesia Diculik dan Disandera di Irak – 2005

Dua wartawan Indonesia di salah satu stasiun televisi swasta yaitu Meutya Hafid dan juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di Irak.

Penyandera menganggap kedatangan kedua wartawan tersebut merupakan utusan pemerintah Indonesia untuk ikut campur dalam kepentingan politik yang saat itu sedang terjadi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi bahwa kedua jurnalis itu sedang menjalankan tugas yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepentingan politik. Ia pun meminta Brigade Mujahiddin di Irak untuk membebaskan wartawan tersebut.

Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Peristiwa itu pun Meutya abadikan dalam sebuah buku ‘168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak’.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini