Vigit Waluyo Ungkap Ada Bandar Judi yang Kendalikan Sepak Bola Indonesia

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 16 Februari 2019 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 337 2018886 vigit-waluyo-ungkap-ada-bandar-judi-yang-kendalikan-sepak-bola-indonesia-fTIW7F3Aus.jpg Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Krisna Murti (foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Krishna Murti mengungkapkan adanya keterlibatan bandar judi yang ikut mengendalikan pertandingan sepak bola di Indonesia.

Informasi itu didapatkan dari salah satu keterangan tersangka kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia Vigit Waluyo.

(Baca Juga: Polisi Amankan Uang Ratusan Juta saat Geledah Apartemen dan Kantor Joko Driyono) 

Pengembangan Kasus Pengaturan Skor, Satgas Antimafia Bola Geledah Kantor PSSI

"Satu tersangka yang kami periksa menyatakan itu ada, dari luar (negeri), main. Satu tersangka yang kita periksa menjelaskan detail soal itu, Saudara VW (Vigit Waluyo)," kata Krishna usai jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Tak hanya bandar judi internasional, kata Krishna, dalam pengakuan Vigit, terdapat pula bandar judi dari dalam negeri yang mencoba mengatus skor pertandingan sepak bola.

Berdasarkan pengakuan VW, Krishna menyebut bahwa, dia mendapat aliran dana dari bandar untuk memenangkan klub yang sudah dipasang. "Kalau saudara tersangka (VW) itu ada dia (menerima uang dari bandar," ungkap Krishna.

Krishna menyebut, judi bola atau akrab disebut Toto adalah yang lumrah dalam pertandingan sepakbola di dunia, bahkan di luar negeri, judi itu sah. Tetapi, yang jadi persoalan, kata Krishna adalah bagaimana menyeting pertandingan itu agar dimenangkan oleh tim yang sudah ditentukan.

(Baca Juga: Selain Perusakan Barang Bukti, Joko Driyono Berpotensi Tersangka Pengaturan Skor) 

"Yang jadi problem, dia pasang pertandingan yang sudah terlihat statistiknya. Kemudian dia berkeinginan taruhannya menang. Itu yang dilakukan pemain judi. Ya begitu (sudah tau yang menang). Meriah gitu," tutur Krishna.

Tetapi, Krishna menegaskan perjudian itu tidak berlaku di Indonesia. "(Karena itu) orang masang ke luar negeri kemudian mereka main di dalam supaya yang dipasang menang," tutup Krishna.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini