Joko Driyono Diduga Jadi Aktor Intelektual Perusakan Barbuk Kasus Mafia Bola

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 16 Februari 2019 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 337 2018822 joko-driyono-diduga-jadi-aktor-intelektual-pengrusakan-barbuk-kasus-mafia-bola-pYl2taktUw.jpg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, penetapan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono diduga kuat sebagai aktor intelektual dari perusakan terhadap barang bukti terkait skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia.

Oleh sebab itu, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mendapatkan informasi tersebut berdasarkan tiga orang tersangka yang sudah ditangkap terkait dengan kasus perusakan barang bukti itu.

(Baca Juga: Jadi Tersangka, Polisi Cegah Joko Driyono ke Luar Negeri) 

"Tiga tersangka ini pelaku. Tiga pelaku itu memiliki aktor intelektual. Aktor intelektual itulah dalan pemeriksaan satgas menemukan saudara Joko Driyono," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

 

Berdasarkan keterangan itu, Dedi menyebut memiliki landasan kuat untuk melakukan penggeledahan di apartemen Joko Driyono yang ada di Apartemen Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Ada 75 item barbuk yang berhasil disita Satgas. Dilakukan audit asemsen tambah menguatkan bukti pendukung dalam menetapkan Joko sebagai tersangka," ungkap Dedi.

Menurut Dedi, untuk mengoptimalkan penyidikan terhadap kasus tersebut, pihaknya langsung melayangkan surat ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap Joko Driyono.

"Sekaligus Satgas langsung layangkan surat ke Imigrasi umtuk lakukan pencekalan selama 20 hari ke depan dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan," tutur Dedi.

(Baca Juga: Jadi Tersangka, Joko Driyono Belum Ditahan) 

Terkait kasus perusakan barang bukti, polisi sebelumnya menangkap tiga orang tersangka. Mereka masuk ke Kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen.

Padahal area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, supir dan Stafnya Joko Driyono.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini