nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CEO Bukalapak Ahmad Zaky Sambangi Istana Minta Maaf ke Jokowi

Antara, Jurnalis · Sabtu 16 Februari 2019 12:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 16 337 2018813 ceo-bukalapak-ahmad-zaky-sambangi-istana-minta-maaf-ke-jokowi-sRRduBvLNq.jpg CEO Bukalapak Achmad Zaky (Koran Sindo)

JAKARTA - Pendiri dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal cuitan di akun Twitternya beberapa waktu lalu yang viral.

"Secara pribadi saya menyampaikan maaf kepada Bapak (Jokowi) dan meluruskan juga yang kemarin itu," kata Ahmad Zaky kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah meluangkan waktu untuk bertemu dengannya secara pribadi.

"Saya mengapresiasi langkah Presiden, tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat supaya Indonesia maju. Saya apresiasi apa yang dilakukan pemerintah dan pemerintah sudah punya plan membuat Indonesia maju berbasis inovasi," katanya seperti diwartakan Antaranews.

Ia mengatakan Bukalapak mendukung langkah pemerintah melalui pengembangan pusat riset di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Medan.

"Mudah-mudahan kita bisa kolaborasi. Semangatnya membuat Indonesia maju berbasis riset inovasi SDM berkualitas. Itu yang kita sepakati," katanya.

 

Mengenai kata "presiden baru" dalam cuitannya, ia mengatakan sudah menyampaikan klarifikasi.

"Waktu nge-tweet, saya sudah tweet sebelumnya. Cuma di Twitter kalau sudah viral susah dikendalikan. Bahkan Pak Jokowi masuk tadi, saya sudah sampaikan permintaan maaf," katanya.

Lini masa Twitter, pada Jumat 15 Februari 2019 pagi, dibanjiri tanda pagar #uninstallBukalapak akibat cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang dianggap mendukung salah satu pasangan calon presiden.

Zaky, dalam cuitan yang kini sudah dihapus, menyoroti minimnya dana dari negara untuk sektor penelitian dan pengembangan dan berharap "presiden baru bisa menaikkan" anggaran tersebut. Zaky dalam cuitan tersebut juga menyebutkan peringkat negara yang memiliki anggaran besar untuk litbang.

Tulisan "presiden baru" tersebut menurut warganet menyudutkan petahana Joko Widodo. Banyak warganet yang memprotes Zaky karena tidak menghargai Presiden yang datang ke acara ulang tahun Bukalapak pada Januari 2019, dan menyebut dia tidak mempercayai kemampuan bangsa sendiri karena cuitannya bernada pesimistis.

 

Zaky sudah menyampaikan permintaan maaf dalam keterangan resmi, menyatakan cuitan tersebut tidak bermaksud mendukung atau tidak mendukung calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," katanya.

(sal)

Berita Terkait

Jokowi Presiden

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini