Usai Geledah Rumah Dirut Jasa Marga, KPK Garap 21 Saksi soal Korupsi Proyek Infrastruktur

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 15 Februari 2019 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 15 337 2018342 usai-geledah-rumah-dirut-jasa-marga-kpk-garap-21-saksi-soal-korupsi-proyek-infrastruktur-B3VajEXio2.jpg Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat terkait dengan kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, setelah melakukan penggeledahan disalah satunya rumah Dirut Jasa Marga Desi Arryani, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 21 saksi.

"Pasca-penggeledahan pada Senin dan Selasa lalu, KPK telah melakukan pemeriksaan 21 saksi untuk mendalami secara lebih rinci soal dugaan penggunaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dilaksanakan oleh WK (Waskita Karya)," kata Febri, Jumat (15/2/2019).

Rumah Desi sendiri kata dia, ikut digeledah KPK lantaran sebelum menjabat Dirut Jasa Marga, dia menduduki posisi Direktur Operasional I PT Waskita Karya. Selain itu, lembaga antirasuah juga geledah dua lokasi lainnya, yakni milik pensiunan PNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam kasus ini, KPK memastikan akan terus mengusut perkara ini dengan melakukan rangkaian pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Bahkan, penyidik juga membuka kemungkinan akan melakukan pemeriksaan terhadap Desi.

Kendati begitu, Febri belum mau memaparkan lebih dalam kapan rencana pemeriksaan terhadap Desi. Hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan penyidik KPK.

Gedung KPK

"Untuk pemanggilan saksi sampai sekarang kan ada sekitar 21 orang saksi yang sudah dipanggil nanti kalau dibutuhkan lagi pemeriksaan terhadap saksi yang lainnya tentu saya belum bisa sampaikan sekarang, siapa tentu akan melakukan pemanggilan," tutur Febri.

Dia menambahkan, selain penggunaan subkontraktor fiktif, dalam pengembangan kasus ini, lembaga antirasuah itu juga mendalami adanya aliran dana terhadap sejumlah pihak. KPK pun sudah mengantongi adanya dugaan aliran dana tersebut.

"Indikasi aliran dana pada pihak tertentu sedang kami dalami. Apakah ada atau tidak indikasi aliran dana, kami menduga dari bukti yang ada saat ini ada indikasi tersebut, tapi kepada siapa saja belum disebutkan. Fakta terkait proyek didalami, terkait aliran dana juga didalami," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini