nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukti Rekaman Sadapan KPK Terhadap Lucas Dianggap Tidak Bernilai Hukum

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 20:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2018115 bukti-rekaman-sadapan-kpk-terhadap-lucas-dianggap-tidak-bernilai-hukum-RkZPuuZyPW.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali mengagendakan sidang lanjutan perkara dugaan merintangi, atau menghalangi proses penyidikan Eddy Sindoro untuk terdakwa Lucas. Agenda sidang kali ini yakni, mendengarkan keterangan saksi Ahli.

Adapun, saksi ahli yang dihadirkan pada persidangan kali ini yaitu, Guru Besar Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana dari ‎Universitas Hasanuddin, Makkasar, Prof Said Karim. Dalam persidangan, Prof Said Karim sempat menanggapi pertanyaan kuasa hukum Lucas, Aldres Napitupulu terkait rekaman sadapan KPK.

Awalnya, Aldres mempertanyakan sadapan yang dimiliki KPK terkait perbincangan seseorang yang diduga Lucas. Namun, menurut ‎Aldres, sadapan tersebut diperoleh KPK dari proses penyidikan yang berbeda yakni, perkara Eddy Sindoro.

Menanggapi pertanyaan Aldres, Prof Said Karim menyatakan seharusnya KPK spesifik dalam menyadap seseorang. Bahkan, sambung Said Karim, sadapan tersebut tidak ada nilai hukumnya jika perkaranya berbeda.

 (Baca juga: Saksi Ahli Anggap Penyidik KPK Lalai dalam Perkara Lucas)

Sebagaimana hal tersebut ditegaskan Prof Said Karim saat menjadi saksi ahli di persidangan perkara dugaan merintangi atau menghalangi‎ proses penyidikan Eddy Sindoro untuk terdakwa Advokat Lucas.

"Tidak boleh untuk kepentingan perkara lain, dilakukan proses perekaman dan penyadapan, kemudian digunakan untuk perkara orang lain. Sesuai putusan MK itu, sifatnya khusus berkenaan dengan perkara tertentu, tidak bisa dipertukarkan. Itu tidak bisa dilakukan. Demikian yang terjadi, nilai pembuktiannya tidak bernilai hukum," terang Said Karim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

 dd

Ditambahkan Prof Said, keterangan saksi yang benar adalah keterangannya yang berkesesuaian. Dalam hal ini apabila ada dua atau tiga saksi menyampaikan hal yang sama maka hakim harus mengenyampingkan keterangan satu saksi yang berbeda.

"Jadi keterangan satu saksi harus dikesampingkan," ucap Said.

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini