nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Nilai Aksi Massa Hentikan Mobil Jokowi Salah Sasaran

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 15:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017949 moeldoko-nilai-aksi-massa-hentikan-mobil-jokowi-salah-sasaran-TuJJxSbCVW.jpeg Moeldoko (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menilai, aksi massa Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina telah salah sasaran menggelar demo kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Apalagi, massa diketahui sempat menghentikan mobil Jokowi guna menuntut nasib mereka karena dipecat kerja secara sepihak.

"Menurut saya sih salah sasaran, jangan semuanya ke Presiden. Padahal itu mestinya dia harus kepada vendor di mana mereka bekerja," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Moeldoko menerangkan, pihaknya telah memanggil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Nina Sulistyowati untuk meminta penjelasan terkait tuntutan SP-AMT tersebut. Massa merupakan pekerja dari vendor atau outsourcing.

"Mereka ini tidak langsung berhubungan dengan pertamina niaga itu, mereka-mereka ini di bawah vendor, sehingga sesungguhnya kalau dia menuntut-menuntut vendor," ujarnya.

Baca Juga: Ketika Mobil yang Ditumpangi Jokowi Dikepung Massa Aksi di Depan Istana

Moeldoko

Mantan Panglima TNI itu meminta massa SP-AMT Pertamina menuntut perusahaan yang menyalurkan mereka, bukan kepada Presiden.

"Saya pikir, taat azas lah, jangan dikit-dikit semuanya Presiden. Itu lah saya buru-buru memanggil Dirutnya. Itu hanya kelompok kecil ya," kata dia.

Moeldoko menyatakan banyak kelompok yang memanfaatkan situasi menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dengan menuntut sejumlah permasalahan kepada Presiden. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar mendapatkan respon Kepala Negara.

"Saya pikir mereka-mereka sudah diterima dan penyelesaiannya, penyelesaiannya yang bagaimana sesuai prosedur mereka bekerja," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Lantik 5 Dubes RI untuk Negara Sahabat

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini