nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Keluarkan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional, Begini Isinya

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 14:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017872 jokowi-keluarkan-inpres-percepatan-pembangunan-sepak-bola-nasional-begini-isinya-ZeS72nKu5J.jpg Suporter timnas Indonesia merindukan juara (Okezone)

JAKARA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Pembangunan Persebakbolaan Nasional. Tujuannya untuk mempercepat peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.

Inpres Nomor 3 Tahun 2019 itu ditujukan kepada para menteri dan kepala lembaga di Kabinet Kerja, Polri hingga gubernur dan bupati/wali kota. Isinya;

“Pertama, mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing Kementerian/Lembaga untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional,” demikian bunyi Inpres yang salinannya diterima Okezone, Kamis (14/2/2019).

Hal itu dilakukan dengan pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola.

Kemudian penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional, dan training center sepak bola dan mobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola nasional.

Presiden Jokowi (Kemenpar)

Khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Presiden memerintahkan agar mengoordinasikan perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Selanjutnya menyusun dan menetapkan peta jalan (road map) percepatan pembangunan persepakbolaan nasional bersama Menteri Pemuda dan Olahraga paling lambat enam bulan sejak Instruksi Presiden ini ditetapkan.

Presiden menginstruksikan agar selain dievaluasi, juga perlu membentuk gugus tugas atau task force peningkatan prestasi sepak bola nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga diminta mengembangkan kurikulum dan pengembangan bakat pemain sepak bola, membina pemain usia dini dan muda secara berjenjang, menyelenggarakan kompetisi sepak bola kelompok usia tingkat elit (unggulan) satuan pendidikan dan Sekolah Sepak Bola.

Kemudian memfasilitasi tenaga ahli/instruktur wasit dan pelatih, melakukan bimbingan teknis kepada sentra-sentra pembinaan olahraga sepak bola agar memenuhi standar kompetensi tenaga keolahragaan, isi program penataran dan pelatihan, prasarana dan sarana, pengelolaan organisasi, dan standar penyelenggaraan olahraga.

Meningkatkan monitoring, evaluasi dan pengawasan terhadap lembaga dan/atau organisasi keolahragaan yang terkait dalam percepatan pembangunan persepakbolaan nasional, menyusun dan menetapkan petunjuk/pedoman teknis kepada Kementerian/Lembaga terkait percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.

Timnas Indonesia

Menteri BUMN juga diminta memfasilitasi pemberian dukungan perusahaan negara untuk jadi sponsor sepak bola nasional dalam rangka pembinaan dan pengembangan bakat, serta menyediakan sarana.

Presiden menginstruksikan Kapolri agar memberikan sistem keamanan dan keselamatan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola pada setiap jenjang.

Para kepala daerah diinstruksikan mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai kemampuan keuangan, untuk pembangunan prasarana dan sarana sepakbola serta training center.

Pembangunannya harus berpedoman pada road map yang disusun oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini