nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Pastikan Korban Mutilasi di Malaysia Adalah WNI

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 12:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017827 polri-pastikan-korban-mutilasi-di-malaysia-adalah-wni-G5yjM0ybyL.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto : Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo memastikan jasad korban mutilasi yang ditemukan di Malaysia adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Nuryanto.

Kepastian itu didapatkan setelah tim Inafis Polri melakukan identifikasi sidik jari terhadap potongan tubuh korban. Hasilnya, polisi menemukan 12 titik kesamaan dengan identitas Nuryanto.

"Sidik jari jempol kiri setelah diidentifikasi kemudian ada sidik jari pembanding diketemukan ada 12 titik kesamaan. Sangat akurat menunjukkan korban yang meninggal dunia atas nama Nuryanto," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Nuryanto yang merupakan bos tekstil asal Bandung itu ditemukan tewas bersama dan kawannya Ai Munawaroh dalam kondisi sudah dimutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Sementara itu, untuk jasad Ai Munawaroh, Polri belum bisa memastikan. Hal itu mengingat Polisi Diraja Malaysia (PDRM) tidak menemukan potongan tangan korban.

Ilustrasi (Shutterstock)

Alhasil, polisi akan melakukan pemeriksaan DNA terhadap korban tersebut. Nantinya, sampel DNA itu diambil dari ayah kandung Ai Munawaroh dan akan dibawa ke Malaysia.

"Khusus untuk saudari Ai Munawaroh nanti melalui proses pembuktian DNA. Saat ini kami sudah dikirim DNA ayah biologis untuk pembuktian DNA," tutur Dedi.

Saat ini, PDRM sudah mengamankan dua warga negara Pakistan yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun, otoritas Malaysia belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus ini.

(Baca Juga : Polri Sebut Polisi Malaysia Tangkap 2 Terduga Pemutilasi Bos Tekstil asal Bandung)

Sekadar diketahui, Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia.

Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

Padahal, pihak keluarga dan penasihat hukum sempat mengonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia, terjadwal korban akan pulang pada 23 Januari 2019.

Alhasil, jenazah yang ditemukan diduga Nuryanto bersama jenazah perempuan yang juga diduga WNI pada 26 Februari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini