nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Pejabat Kemenpora soal Suap Dana Hibah KONI

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 10:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017766 kpk-panggil-pejabat-kemenpora-soal-suap-dana-hibah-koni-wxcNuqr1q0.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Internasional Kemenpora, Ferry Hadju, Kamis (14/2/2019).

Sedianya, Ferry akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidi)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Selain memanggil satu saksi, penyidik j‎uga memeriksa tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka yaitu Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto. Sejauh ini, ‎KPK baru menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awut (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, E

Jubir KPK Febri Diansyah

Diduga, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima suap sebesar RP318 juta dari pejabat KONI terkait hibah dari pemerintah untuk KONI yang disalurkan melalui Kemenpora. Sementara Mulyana, menerima uang dalam bentuk ATM dengan saldo sebe‎sar Rp100 juta.

Uang yang diterima para pejabat Kemenpora dari petinggi KONI itu diduga berkaitan dengan penyaluran ‎‎bantuan tahun anggaran 2018 dari pemerintah untuk KONI yang melalui Kemenpora‎. Adapun, nilai dana hibah dari pemerintah untuk KONI sebesar Rp17,9 miliar.

KPK menduga, ada pemberian suap lainnya untuk pejabat Kemenpora. Pemberian suap lainnya itu yakni berupa mobil Toyota Fortuner, uang Rp300 juta, dan satu unit handphone Samsung Galaxy Note 9.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini