nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Karangetang Alami 66 Kali Gempa, Ini Rekomendasi PVMBG

Athallah Muti, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 337 2016261 gunung-karangetang-alami-66-kali-gempa-ini-rekomendasi-pvmbg-dlK5yd4Ksl.jpg Gunung Karangetang, Sulawesi Utara (Kementerian ESDM/Setkab.go.id)

JAKARTA – Gunung Karangetang di Sulawesi Utara mengalami 66 kali gempa, sepanjang Minggu 10 Februari kemarin. Statusnya masih siaga atau level III. Masyarakat diminta tak mendekati radius 4 kilometer dari puncak kawah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, berdasarkan rekaman seismograf kemarin, Gunung Karangetang masing-masing mengalami 12 kali gempa guguran, 38 kali gempa hembusan, tiga kali gempa fase banyak, dua kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa vulkanik dangkal dan 10 kali gempa tektonik jauh.

“Tremor menerus dengan amplitudo 0,25 mm, dominan 0,25 mm,” tulis PVMBG dalam laman resminya, Senin (11/2/2019).

PVMBG melaporkan, visual gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dari kemarin hingga pagi ini terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Asap kawah utama teramati putih tebal setinggi 100 meter. Embusan asap dari Kawah II teramati berwarna putih-kelabu setinggi 50-200 meter di atas puncak.

“Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat daya. suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di Pos PGA. Panjang tumpukan/leleran lava sungai melebuhe lk 3500 meter dari puncak kawah II,” sebut PVMBG.

Di ujung tumpukan atau leleran lava terjadi penguapan dan menimbulkan kepulan asap putih tebal mengepul.

“Guguran dari pinggiran tubuh lava sering terjadi yang menimbulkan asap coklat, kelabu terkadang kehitaman tipis sampai tebal. Saat ini aliran lava sudah mencapai laut.”

PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisata agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah barat-barat laut sejauh 3 Km dan ke arah barat laut-utara sejauh 4 Km.

Masyarakat di sekitar Desa Niambangeng, Desa Beba dan Desa Batubulan dimohon agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Gunung Karangetang.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar waspada potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Masyarakat sekitar Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini