nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keppres Pembatalan Remisi Pembunuh Wartawan Bali Tinggal Tunggu Teken Jokowi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 18:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 337 2015469 keppres-pembatalan-remisi-pembunuh-wartawan-bali-tinggal-tunggu-teken-jokowi-ciWTsmbicK.jpg Ilustrasi Gedung Kemenkumham (foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementeriaan Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami mengatakan, draft Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembatalan remisi terhadap terpidana pembunuh wartawan Bali, I Nyoman Susrama, sudah rampung.

Draft Keppres tersebut, sambung Sri Puguh, sudah ada di meja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini, Ditjen PAS tinggal menunggu keputusan dari Jokowi untuk meneken atau menandatangani draft tersebut.

(Baca Juga: Kemenkumham Akui Lalai dalam Pemberian Remisi untuk Pembunuh Wartawan Bali) 

"Jadi draft ini, kapan waktunya diumumkan, kami belum tahu, mudah-mudahan besok (diumumkan)," kata Sri Puguh di kantor Ditjen PAS, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

 

Sri Puguh berharap Presiden Jokowi dapat meneken draft Keppres tersebut dalam waktu dekat. Terlebih, setelah adanya banyak masukan dari berbagai elemen terkait pembatalan remisi terhaap Susrama.

"Harapan kami sih hari ini ditandatangani besok di hari pers nasional sudah dapat (diumumkan)," terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani ‎pemberian remisi terhadap terpidana Susrama yang tertuang dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penajara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara, pada 7 Desember 2018.

Susrama yang merupakan mantan Caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman dari pemerintah.

Susrama sendiri awalanya divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, pada Februari 2010, silam. Susrama terbukti bersalah karena membunuh wartawan Bali, Prabangsa.

(Baca Juga: Diteken 48.000 Orang, Petisi Tolak Remisi Pembunuh Wartawan Diserahkan ke Kemenkumham) 

Prabangsa dibunuh karena menulis berita indikasi korupsi dan penyelewengan yang diduga melibatkan Susrama. Prabangsa dibunuh secara keji oleh anak buah Susrama, yang kemudian mayatnya dibuang ke laut.

Remisi tersebut kemudian banyak dipertentangkan oleh sejumlah pihak. Berbagai elemen menuntut agar pemberian remisi terhadap wartawan Bali dibatalkan oleh Presiden Jokowi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini