nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diteken 48.000 Orang, Petisi Tolak Remisi Pembunuh Wartawan Diserahkan ke Kemenkumham

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 337 2015439 diteken-48-000-orang-petisi-tolak-remisi-pembunuh-wartawan-diserahkan-ke-kemenkumham-0K3jJGEOR4.jpg Ketua AJI Indonesia Abdul Manan (kanan) menyerahkan petisi dukungan cabut remisi Susrama ke Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utama (kiri) di Kantor Ditjen Pas, Jakarta (Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerahkan ‎petisi penolakan pemberian remisi terhadap Nyoman Susrama, dalang pembunuh wartawan AA Nerendra Prabangsa di Bali, ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham. Petisi online itu ditandatangani oleh 48.000 orang.

Petisi itu digalang AJI sebagai respons keras atas pemberian remisi terhadap Susrama yang divonis hukuman penjara seumur hidup karena terbukti membunuh Prabangsa, wartawan Radar Bali, bersama delapan anak buahnya.

Dengan adanya remisi, hukuman Susrama yang merupakan bekas caleg PDIP, kini jadi 20 tahun penjara.

AJI bersama elemen sipil lainnya menolak pemberian remisi kepada Susrama. Jurnalis di seluruh Indonesia ikut turun ke jalan menentang kebijakan tersebut.

"Kami meminta Presiden (Jokowi) revisi Keppres (remisi) Susrama,” kata Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan di sela menyerahkan petisi tolak remisi Susrama di Kantor Ditjen Pas Kemenkumham, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Dirjen Pas, Sri Puguh Budi Utami menerima langsung petisi dari AJI.

Sri Puguh mengakui, dirinya ‎sudah menerima perintah dari Menkumham Yasonna Hamonganan Laoly untuk mengkaji ulang pemberian remisi terhadap Susrama.

Hasil kajiannya nanti akan diserahkan ke Mensesneg untuk dilakukan pembatalan. “Proses sudah berlangsung," kata Sri Puguh.

Sri Puguh menyatakan pemerintah segera bersikap atas penolakan remisi Susrama.

"Mekanismenya sudah ditempuh, proses sudah dijalankan. Harapan kami, Keppres pembatalan khusus untuk pemberian remisi kepada Susrama, perubahan dari pidana seumur hidup menjadi sementara 20 tahun itu bisa segera diterbitkan," terangnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani ‎pemberian remisi terhadap terpidana Susrama yang tertuang dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penajara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara, pada 7 Desember 2018.

(Baca juga: Jokowi Didesak Cabut Remisi Pembunuh Wartawan, Menkumham: Tak Ada Urusan dengan Presiden)

Susrama satu dari 115 terpidana yang mendapatkan keringanan hukuman dari pemerintah.

Susrama divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, pada Februari 2010. Susrama terbukti jadi otak pembunuh Prabangsa.

(Baca juga: Kemenkumham Akui Lalai dalam Pemberian Remisi untuk Pembunuh Wartawan Bali)

Prabangsa dibunuh karena menulis berita indikasi korupsi dan penyelewengan yang diduga melibatkan Susrama.

Susrama dkk menculik Prabangsa lalu menghabisinya. Jasad korban dibuang ke laut.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini