nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Limpahkan Bupati Malang Nonaktif Rendra Kresna ke Penuntutan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 17:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 08 337 2015426 kpk-limpahkan-bupati-malang-nonaktif-rendra-kresna-ke-penuntutan-osB3Ehd3tZ.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan proses penyidikan terhadap Bupati Malang nonaktif, Rendra Kresna (RK) ke penuntutan dalam kasus dugaan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang Tahun Anggaran (TA) 2011.

"Sore ini, dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka RK terkait suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang TA 2011 ke penuntutan atau tahap dua," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Persidangan terhadap Rendra direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. "Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga hari ini, sekurangnya 56 orang saksi telah diperiksa untuk tersangka RK," katanya.

Para saksi itu berasal dari sejumlah pegawai dan mantan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun 2013, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun 2007-2012, asisten pribadi Bupati dan unsur swasta lainnya.

Ilustrasi Penegakan Hukum

Untuk diketahui, KPK pada 11 Oktober 2018 telah mengumumkan Rendra Kresna sebagai tersangka menerima suap dan gratifikasi. Dalam perkara suap, tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo (AM) dari pihak swasta sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran (TA) 2011.

Selain itu, Rendra juga telah ditetapkan sebagai tersangka menerima gratifikasi. Dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna bersama-sama dengan Eryk Armando Talla (EAT) dari pihak swasta diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar. Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan sejumlah proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini