nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Belum Bisa Pastikan Pengebom Gereja Filipina Adalah WNI

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 14:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 07 337 2014843 polri-hingga-kini-masih-belum-bisa-dipastikan-pengebom-gereja-filipina-adalah-wni-j3uk350U2w.jpg Pengeboman gereja di Filipina tewaskan 22 orang. (Reuters)

JAKARTA – Tim gabungan yang terdiri dari Densus 88 Anti-Teror, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah diberangkatkan ke Filipina untuk ikut menyelidiki ledakan bom di Gereja Pulau Jolo.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menegaskan, dari informasi tim yang diberangkatkan ke lokasi kejadian, belum ada kesimpulan bahwa pelaku pengeboman itu merupakan warga negara Indonesia (WNI).

"Kan di media sudah banyak diduga pelaku adalah WNI. Sampai detik ini belum ada konfirmasi secara ilmiah DNA dan lain-lain yang mengonfirmasi kalau itu benar WNI. Tunggu saja nanti akan disampaikan ke publik," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Terkait tim gabungan itu, Iqbal menjelaskan, Indonesia ingin melakukan sinergitas dengan otoritas Filipina dalam mengungkap peristiwa pengeboman tersebut.

"Kemarin sudah diterima wakil kepala kepolisian Filipina dan kemarin itu berangkat adalah tim gabungan Densus 88 Antiteror dan BNPT," tutur Iqbal.

Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia di Manila sebelumnya menyatakan, otoritas Filipina hingga saat ini belum menyimpulkan pelaku pengeboman Gereja di Pulau Jolo adalah seorang warga negara Indonesia (WNI).

Aksi teror di tempat ibadah itu sebelumnya disebut dilakukan oleh dua orang WNI, seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Filipina Eduardo Ano.

Tentara Filipina memeriksa lokasi ledakan di gereja Katolik pasca terjadinya dua ledakan besar. (Nickee Butlangan/AFP/Getty Images)

"Bahwa belum ada basis valid atas pernyataan tersebut dan pihaknya (Filipina) belum mengidentifikasi siapapun sebagai pelaku ledakan di Jolo," kata Duta Besar RI di Manila Sinyo Harry Sarundajang dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Kedubes RI memberikan pernyataan ini setelah melakukan koordinasi dengan aparat Filipina terkait dengan adanya aksi berdarah itu. Dalam proses komunikasi itu, militer Filipina menyampaikan sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan investigasi.

(Baca Juga : Wiranto: BNPT dan Kemlu Sedang Cek Info WNI Terlibat Pengeboman Gereja Filipina)

Dari beberapa proses penyidikan awal, berdasarkan keterangan beberapa saksi dan bukti-bukti yang ditemukan belum dapat disimpulkan secara cepat bahwa ledakan bom itu diinisiasi oleh warga pendatang dari Indonesia.

"Pihak Westmincomd akan menghubungi KBRI Manila apabila ada perkembangan lebih lanjut," ucap Harry.

(Baca Juga : RI Berangkatkan Tim Gabungan ke Filipina Identifikasi Pelaku Bom Gereja)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini