Komnas Perempuan Pertanyakan Kebebasan Berpendapat di Negeri Ini

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 07 Februari 2019 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 07 337 2014781 komnas-perempuan-pertanyakan-kebebasan-berpendapat-di-negeri-ini-GqUrkLoR2y.jpg ilustrasi

JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Riri Khariroh mempertanyakan soal kebebasan berpendapat di Indonesia sebagai negara demokrasi.

Riri menjelaskan, perbedaan pendapat bukan diselesaikan melalui jalur hukum. Sebagai negara demokrasi, pemilihan umum merupakan solusi untuk masyarakat menentukan sikap mereka.

"Inilah kebebasan berpendapat. Apakah berpendapaat itu terus dikriminalisasi? Itu yang bermasalah," kata Riri, Rabu 6 Februari 2019.

Ilustrasi poligami

(Baca Juga: Ketum PSI dan Ketua BTP Mania Dilaporkan ke Bareskrim Polri)

Hal tersebut diungkapkannya terkait adanya pelaporan terhadap Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Terlebih laporan yang dibuat oleh Persatuan Alumni (PA) 212 lantaran PSI menolak poligami.

"PSI sebagai partai politik sah sah aja kemudian memiliki aturan visi misi yang menolak poligami. Dan partai ini konsisten menyuarakan tidak melakukan poligami," ujarnya.

Dia mengatakan, visi-misi suatu partai tidak ada bedanya dengan organisasi. Terlebih hal tersebut hanya ditekankan kepada anggota partai, bukan seluruh warga Indonesia.

"Organisasi ataupun Parpol memiliki visi misi sendiri. Masalahnya isu soal poligami menjadi kontroversi di masyarakat. Yang dilarangkan anggotanya bukan seluruh masyarakat. Itu sah-sah aja," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Grace dilaporkan karena diduga memberikan pernyataan yang menentang syariat Islam dengan melarang kadernya berpoligami.

"Dilarang umat islam untuk menghujat apalagi melarang syariat yang di Indonesia dilindungi oleh pancasila. Pernyataan Grace Natalie ini telah menyinggung pancasila, menyinggung agama, menyinggung unsur golongan, melakukan hatespeech secara terbuka di media elektronik," ujar Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini