nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual "Diserang" Hoaks

Antara, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 20:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 06 337 2014579 ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-diserang-hoaks-gNNJ3yRNuc.jpg DPR (Foto: Ist)

JAKARTA - Komisi Nasional Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan banyak berita bohong atau hoaks yang beredar terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual yang sedang dibahas di DPR RI.

"Ada sekelompok orang menyebarkan berita bohong. Yang disampaikan tidak ada dalam RUU ini," ujar Ketua Komnas Perempuan Azriana di Jakarta seperti dikutip dari Antaranews.com, Rabu (6/2/2019).

Penyebaran berita bohong yang berkaitan dengan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di antaranya pesan-pesan secara sistematis dan meluas bahwa RUU itu menyarankan perzinahan atau seks bebas.

Selanjutnya, hoaks yang beredar adalah orangtua dapat dipidanakan apabila memaksa anaknya memakai jilbab. Pesan-pesan negatif tersebut dapat mengakibatkan tajamnya pro-kontra di masyarakat yang tidak berujung pada penyelesaian.

(Baca Juga: DPR Tegaskan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Belum Dibahas)

Azriana mengatakan, beredarnya hoaks tanpa konfirmasi dan dialog yang sehat memancing ujaran kebencian dan fitnah dan menjadi viral di media sosial. "Kami menyayangkan ada yang menyebarkan di tengah masyarakat yang tidak suka membaca ini," tutur dia.

Ilustrasi

Terkait peredaran hoaks itu, Komnas Perempuan menyarankan DPR sebagai penginisiasi RUU P-KS membuka ruang dialog untuk pihak yang tidak setuju agar tidak terjadi kesalahpahaman substansi.

"Kami melihat mungkin kelompok yang menolak ingin diajak dialog, ya kami ajak dialog. Sekarang ini inisiatif DPR, DPR yang punya kepentingan jadi sebaiknya menyediakan ruang itu," kata Azriana.

(Baca Juga: DPR Sambut Baik Petisi Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini