Ini Alasan Ahmad Dhani Menolak Pindah ke Rutan Medaeng

Antara, · Rabu 06 Februari 2019 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 06 337 2014570 ini-alasan-ahmad-dhani-menolak-pindah-ke-rutan-medaeng-58vyc4WlGL.jpg Ahmad Dhani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan, Ahmad Dhani menolak dipindahkan ke Surabaya karena merasa keselamatannya bisa terganggu. Ahmad Dhani seharusnya dipindahkan ke Rutan Medaeng, Surabaya, Jawa Timur, hari ini.

"Yang bersangkutan juga menolak untuk dipindahkan ke sana karena merasa keselamatannya bisa terganggu," ujar Fadli kepada media usai menjenguk Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, seperti dikutip dari Antaranews.com, Rabu (6/2/2019).

(Baca Juga: Ahmad Dhani Batal Dipindah ke Rutan Medaeng Hari Ini

Fadli juga menyampaikan, meski Dhani menolak dipindahkan ke Surabaya, dia akan tetap mengikuti proses hukum.

"Dhani mengambil sikap menolak dipindahkan ke sana, tapi akan mengikuti prosedur hukum. Selama ini, Ahmad Dhani juga selalu hadir, patuh terhadap proses hukum sampai saat ini dan selama ditahan di sini pun tertib," katanya.

Politisi Gerindra itu juga mengakui kekhawatirannya terhadap keselamatan Dhani. "Dalam tahun-tahun politik ini kita juga mengkhawatirkan keselamatan dirinya, karena tidak jelas, maksudnya aneh. Tidak masuk dalam materi perkara tapi juga prosedurnya aneh," ujar Fadli.

Ahmad Dhani 

Ia menambahkan, Ahmad Dhani merupakan politisi Gerindra, dan atas nama partai ia mengharapkan suami Mulan Jameela itu tetap berada di Jakarta.

"Ahok saja ditempatkan di Mako Brimob karena alasan keselamatan. Sekarang kita atas nama partai juga merasa ada masalah keselamatan kalau ditempatkan di sana. Kita tidak bisa mengawasi juga," ujarnya.

(Baca Juga: Ketum PSI dan Ketua BTP Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Selain itu, Fadli mengatakan akan meramaikan kasus Ahmad Dhani andai politisi Gerindra itu tidak dikembalikan ke Jakarta usai menjalani sidang di Surabaya. "Ya harus kita ramaikan ya. Bisa segala macam kita lakukan sesuai dengan prosedur hukum yang ada," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini