Eni Saragih Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp10,3 Miliar & SGD40 Ribu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 06 Februari 2019 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 06 337 2014357 eni-saragih-juga-dituntut-bayar-uang-pengganti-rp10-3-miliar-sgd40-ribu-NRQ57rs4Zb.JPG Eni Saragih menjalani persidangan (Foto: Arie)

JAKARTA - Tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pidana tambahan terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Eni dituntut membayar uang pengganti Rp10,3 miliar dan SGD40 ribu.

Eni merupakan terdakwa perkara suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Selain itu, Eni didakwa Jaksa telah menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha minyak dan gas (migas).

"Kami menuntut ‎supaya majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti," kata Jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

(Baca Juga: Jaksa KPK Tolak Permohonan JC Eni Saragih dan Tuntut Pencabutan Hak Politik)

Menurut Jaksa, uang pengganti tersebut harus dibayarkan Eni Saragih selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Apabila tidak dibayarkan, KPK akan menyita dan melelang harta benda milik politikus Golkar itu.

"Jika jumlah hartanya tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama satu tahun," katanya.

Eni Saragih sendiri telah mengembalikan uang ke KPK Rp4,5 miliar. Sementara itu, Jaksa meyakini Eni menerima suap sebesar Rp4,75 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo.

Sedangkan penerimaan gratifikasi, Eni Saragih dipandang telah menerima sebesar Rp5,6 miliar dan SGD40 ribu. Gratifikasi tersebut diterima Eni dari sejumlah pengusaha minyak dan gas (migas).

 Eni Saragih

Eni Saragih dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum. Selain itu, ia juga dituntut membayar denda Rp300 juta subsidair empat bulan kurungan.

(Baca Juga: Eni Saragih Dituntut 8 Tahun Penjara‎ Terkait Suap PLTU Riau-1

Jaksa meyakini Eni Saragih bersalah karena menerima uang suap sebesar Rp4,75 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.‎ Eni juga diyakini telah menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha.

Adapun, hal-hal yang memberatkan dalam tuntutan Jaksa yakni, karena perbuatan ‎Eni selaku anggota DPR tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sedangkan yang meringankan, Eni dianggap sopan, belum pernah dihukum, sudah mengembalikan uang sebesar Rp4,5 miliar, kooperatif selama persidangan, dan telah mengakui perbuatannya.

Pertimbangan Jaksa, Eni diyakini menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Selain gratifikasi, Eni Saragih juga menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

Uang itu sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1 antara PT pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini