nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taruna ATKP Makassar Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Pelaku dan Kampusnya Disanksi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 05 337 2014099 taruna-atkp-makassar-tewas-dianiaya-senior-dpr-minta-pelaku-dan-kampusnya-disanksi-GZttvjLYf5.jpg Anggota Komisi X DPR Nizar Zahro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Nizar Zahro menilai sistem kampus yang masih memberi kewenangan kepada senior untuk mendidik juniornya harus dievaluasi total. Hal itu merespons tewasnya Aldama Putra (19), taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar oleh seniornya.

Aldama dianiaya seniornya sampai tewas karena melanggar tidak menggunakan helm saat masuk ke kampus yang berada di Jalan Salodong, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Korban adalah mahasiswa tingkat 1, sementara pelaku mahasiswa tingkat 2.

"Sistem yang demikian, lepas dari pengawasan pihak kampus yang dalam hal ini dosen di pihak jurusan, fakultas maupun rektorat. Karenanya, sistem yang memberikan kewenangan kepada senior kampus untuk mendidik juniornya harus dievaluasi total," ujar Nizar kepada Okezone, Selasa (5/2/2019).

Aldama Putra

(Baca Juga: Mahasiswa ATKP Makassar Tewas Dianiaya, 1 Orang Seniornya Ditetapkan Tersangka)

Ketua DPP Gerindra itu melihat peristiwa macam ini bukan pertama kali terjadi, tapi berkali-kali. Peristiwa ini sangat mencoreng institusi pendidikan dan ia pun meminta otoritas terkait untuk memberikan sanksi tegas, tidak hanya diam melihat peristiwa tersebut.

"Sanksinya bisa beragam. Bisa dengan teguran terhadap perguruan tinggi sampai izin penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi tersebut dicabut," katanya.

Nizar menambahkan, untuk mencegah peristiwa serupa terjadi, perguruan tinggi atau akademi harus memberikan sosialiasi terkait aturan dan sanksi bagi mahasiswa yang melakukan kekerasan di kampus. Salah satu caranya dengan menyosialisasikan aturan pada setiap tahun ajaran baru.

"Ini dilakukan untuk mencegah kekerasan terjadi. Namun, ketika sudah terjadi kekerasan jangan pernah tidak dihukum, terus ada pembinaan sanksi kalau sampai meninggal maka harus dipidana dan kampusnya juga harus disanksi," kata Nizar.

(Baca Juga: Gara-Gara Tak Pakai Helm, Mahasiswa ATKP Makassar Tewas Dianiaya Seniornya)

Satu orang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini, yakni Muhammad Rusdi (21). Peristiwa penganiayaan itu terjadi sekira pukul 21.30 Wita pada Minggu 3 Februari 2019 selesai kegiatan IPL.

Kepolisian telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi termasuk pihak kampus. Pemeriksaan saksi untuk mengusut kasus meninggalnya mahasiswa Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra (19).

"Dari pemeriksaan ada pemukulan, di ulu hati dada. Hasil autopsi sudah lebam. Kemungkinan, ada luka dalam karena saya juga belum terima hasil autopsi secara keseluruhan," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini