nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Ratusan Pelajar Dijual di Grup LINE 'TK Manjyaah', Pelakunya Masih Remaja!

Athallah Muti, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 05 337 2014000 fakta-ratusan-pelajar-dijual-di-grup-line-tk-manjyaah-pelakunya-masih-remaja-uF35Ep95sn.jpg PSK (ist)

JAKARTA – Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mengamankan lima remaja yang diduga menjual ratusan pelajar sekolah secara online melalui aplikasi Line.

Kelima remaja itu menjajakan ratusan pelajar dari SMP hingga SMA yang disebut ‘talent’. Mereka kemudian mengunggah foto dan video syur para pelajar lewat grup Line ‘TK Manjyaah’.

Oleh sebab itu, Selasa (5/2/2019), Okezone merangkum sederet fakta prostitusi online grup Line “TK Manjyaah”. Berikut fakta-fakta yang telah dikumpulkan:

 Baca juga: Ratusan Pelajar Dijual di Grup LINE 'TK Manjyaah', dari Video Porno hingga Esek-esek


1. Grup Line ‘TK Manjyaah’ dibentuk sejak 2018 dan tersebar di seluruh Indonesia

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, Grup Line ‘TK Manjyaah’ sudah dibentuk sejak 2018. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa kota besar seperti Surabaya, Bandung dan Semarang.

“Karena akses internet tak dibatasi dan tak terbatas membuat pelanggan dan talent-nya dari seluruh Indonesia,” ujar dia.

 Prostitusi

2. Grup Line berbayar hingga Rp400 ribu per bulan


Grup Line ‘TK Manjyaah’ sangat tertutup, tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam grup tersebut. Dipastikan para member grup harus membayar uang iuran sebesar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

 Baca juga: Kasus Prostitusi Online Vanessa Angel, 8 Artis Akan Diperiksa Kamis Pekan Ini

Sedangkan untuk grup Line ‘TK Manjyaah’ khusus atau VIP, kelompok ini harus menyerahkan foto KTP dan membayar uang iuran sebesar Rp400 ribu per bulan.

3. Lima remaja diamankan karena menjual ratusan pelajar

Sebanyak lima remaja diamankan Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat karena terbukti menjual ratusan ‘talent’ pelajar dari SMP hingga SMA di grup line ‘Tk Manjyaah’. Kelima remaja tersebut mengunggah foto dan video syur para pelajar lewat grup Line tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

4. Para talent lakukan live show hingga sex video

Selain foto dan video syur, para talent tersebut juga melakukan live show hingga sex video di beberapa lokasi, seperti kamar anak, kosan-kosan, sekolah, dan kamar mandi. Bahkan beberapa layanan live show juga menunjukkan hubungan intim.

“Beberapa pelajar yang menjadi ‘talent’ diketahui masih tinggal dengan orang tuanya. Mereka memanfaatkan orang tua yang tidur,” kata Edi.

 Baca juga: Polisi Pastikan Tak Ada Perlakuan Khusus Bagi Vanessa Angel

5. Omzet mencapai ratusan juta rupiah

Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Erick Sitepu mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, nilai omzet yang bisa diraih mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

“Sumber uangnya dari member dan fee dari talent yang di-booking,” tukasnya.

Sementara Edi Suranta Sitepu mengatakan, para talent akan mendapatkan uang sebesar Rp700 sampai Rp1 juta sekali tampil dan upah Rp1 hingga 2 juta untuk melakukan hubungan intim.

Baca juga: Tawarkan Jasa Esek-Esek, Pemuda Ini Diringkus Polisi

“Biasanya ketika video syur dan phone sex akan berlanjut ke hubungan intim. Nah pelajar yang melakukan karena mereka butuh uang jajan lebih,” ujarnya.

6. KPAI minta Grup Line ‘TK Manjyaah’ segera diblokir

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah mengungkapkan, sekarang ini modus eksploitasi anak beragam, dari yang konvensional hingga basis online.

 Baca juga: Jual Pelajar di Medsos, 5 Pemuda Ditangkap Polisi

Ai berharap, polisi bisa menangkap siapa aktor intelektual dari adanya grup yang mengeskploitasi anak-anak tersebut. Ia meminta agar grup itu segera diblokir.

"Dan menyisir perluasan konten porno dan aktivitas transaksi seksual tersebut agar segera di blokir. Soal siapa admin dan penyelenggaranya harus segera diamankan, untuk meminimalisir aktivitas yang sudah meluas tersebut," tutur Ai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini