nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usut Tuntas Sindikat Prostitusi yang Jual Ratusan Pelajar di Grup 'TK Manjyaah'

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 08:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 05 337 2013873 usut-tuntas-sindikat-prostitusi-yang-jual-ratusan-pelajar-di-grup-tk-manjyaah-lCloqNOveL.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Ratusan anak hingga remaja diduga dijual untuk prostitusi melalui Grup Line ‘TK Manjyaah’. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Polres Jakarta Barat mengusut tuntas kasus eksploitasi para pelajar tersebut.

Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mengungkap adanya praktik prostitusi online yang melibatkan anak. Lima remaja sudah diamankan karena diduga bagian dari sindikat prostitusi yang menjual ratusan pelajar lain secara online.

"KPAI mendorong agar Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap hingga ke akar-akarnya," kata Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah kepada Okezone, Selasa (4/2/2019).

Ai mengungkapkan, sekarang ini modus eksploitasi anak beragam, dari yang konvensional hingga basis online. Prostitusi melibatkan anak juga demikian.

Ai berharap polisi bisa menangkap siapa aktor intelektual dari adanya grup yang mengeskploitasi anak-anak tersebut. Ia meminta agar grup itu segera diblokir.

"Dan menyisir perluasan konten porno dan aktivitas transaksi seksual tersebut agar segera di blokir. Soal siapa admin dan penyelenggaranya harus segera diamankan, untuk meminimalisir aktivitas yang sudah meluas tersebut," tutur Ai.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, kelima remaja itu menjajakan ratusan pelajar dari SMP hingga SMA yang disebut ‘talent’. Mereka kemudian mengunggah foto dan video syur para pelajar lewat grup Line ‘TK Manjyaah’.

(Baca juga: Ratusan Pelajar Dijual di Grup 'TK Manjyaah', Layani Phone Sex hingga ML)

Para talent tersebut juga melakukan live show hingga sex video di beberapa lokasi, seperti kamar anak, kosan-kosan, sekolah, dan kamar mandi. Bahkan beberapa layananlive show juga menunjukkan hubungan intim.

Adapun lanjut Edy, para talent mendapat uang Rp700 sampai Rp1 juta sekali tampil dan upah Rp1 hingga 2 juta untuk melakukan hubungan intim. “Biasanya ketika video syur dan phone sex akan berlanjut ke hubungan intim. Nah pelajar yang melakukan karena mereka butuh uang jajan lebih,” ujarnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini