nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebaran Hoaks Naik 85 Persen Jelang Pilpres 2019

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 04:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 05 337 2013822 sebaran-hoaks-naik-85-persen-jelang-pilpres-2019-2ugjYHlZMD.jpeg Seminar Milenial Anti-Hoax di UI (Divisi Humas Polri)

DEPOK - Polri menyatakan sebaran kabar bohong atau hoaks meningkat hingga 85 persen jelang Pilpres 2019, karena pengguna gadget dan media sosial masih belum hati-hati dalam menyebar informasi.

"Hoaks mengemuka hampir naik 65 sampai 85 persen pada tahun politik,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal dalam seminar Milenial Anti-Hoax di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (4/2/2019).

Polri mengajak mahasiswa berperan mencegah penyebaran hoaks. Sebagai generasi milenial, mahasiswa dinilai punya pengaruh besar sebagai pengguna medsos.

"Dari data yang ada, pemegang gadget, pengguna sosmed ada di adik-adik semua. Hati-hati nanti bisa dipanggil polisi, kalau (hoax) di-foward. Jadi saring dulu," katanya.

 

Iqbal mengatakan Polri terus berkomitmen memberantas penyebaran hoaks sekaligus untuk mendinginkan suasana politik jelang Pemilu 2019. Polisi tetap netral dalam Pemilu.

“Polisi tampil sebagai oase untuk mendinginkan situasi politik yang ada," ujarnya.

Sementara Kepala Biro Misi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Krishna Mukti menjelaskan, penyebaran hoaks yang ancaman pidananya diatur dalam Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Selain menyebarkan berita bohong, UU itu juga melarang penyadapan dan pencemaran nama baik. Khrisna pun mencontohkan pelanggaran UU ITE yang mungkin dilakukan mahasiswa.

"Kamu upload dosen dari belakang, dosen ini orangnya gini, disebar. Dosen ngadu, pelaku ditangkap nangis. Ini sudah dikasih tahu Pak KM, dilarang," ujar Krishna.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini