nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Tegaskan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Belum Dibahas

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 11:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 02 337 2012836 dpr-tegaskan-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-belum-dibahas-j6NHeHtELv.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) belum dibahas oleh wakil rakyat. Pasalnya, ada RUU lain yang sedang digodok parlemen karena sudah masuk prolegnas prioritas.

"Kami agak bingung kalau saat ini dibilang bisa lolos karena pembahasan belum dilakukan," ujar Sara dalam diskusi Polemik MNC Trijaya berjudul "Pro Kontra RUU Penghapusan Kekerasan Seksual" di d'Consulate Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2/2019).

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, draf RUU ini diberikan ke Komisi VIII DPR oleh Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Legislasi (Baleg) untuk kemudian dibahas. Namun, diakui Sara, pihaknya belum melakukan pembahasan pasal per pasal atas draf beleis tersebut.

"Sampai sekarang belum ada pembahasan pasal per pasal. Kita baru rapat dengar pendapat umum (RDPU) di mana kami masih mengumpulkan masukkan-masukkan," jelas dia.

 (Baca juga: Jalan Panjang Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual)

(Baca juga: Senator: Mencolek Masuk Kekerasan Seksual)

ddf

Masukkan dari berbagai pihak tersebut, sambung Sara, akan diinventarisir untuk dijadikan pertimbangan dalam penggodokan RUU P-KS di waktu mendatang. Karenanya, Sara menegaskan bahwa pengesahan RUU P-KS masih harus menempuh jalan yang panjang.

"Kalau RUU ini sampai ketok palu pun masih bisa diberi masukkan. Kalau ini dikatakan sudah berakhir, lah ini masih jauh," ucap Sara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembahasan RUU P-KS menuai kontroversi karena dianggap mendukung perzinahan. Beleid yang sedang digodok oleh berbagai pihak itu mendapatkan penolakan dari Maimon Herawati lewat petisi di change.org. Petisi tersebut berjudul 'TOLAK RUU Pro Zina.'

Selain menggagas petisi 'Tolak RUU Pro Zina,' Maimon diketahui pernah membuat petisi yang meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan iklan Shopee Blackpink karena dinilai tidak seronok.

 ss

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini