Buni Yani Jalani Masa Orientasi di Lapas Gunung Sindur

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 23:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012733 buni-yani-jalani-masa-orientasi-di-lapas-gunung-sindur-TLAAp43PtE.JPG Buni Yani dieksekusi ke Lapas Gunung Sindur (Foto: Okezone)

BOGOR - Terpidana kasus pelanggaran UU ITE, Buni Yani akan menjalani masa orientasi di blok masa pengenalan lingkungan (mapenaling) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Iya betul mau ke sini (Lapas Gunung Sindur), masih di jalan. Nanti akan dimasukkan ke blok mapenaling dulu," kata Kalapas Gunung Sindur, Sopiyana, saat dihubungi Okezone, Jumat (1/2/2019).

Sopiyana menjelaskan, blok tersebut merupakan dikhususkan untuk narapidana baru dalam rangka masa oriestasi atau pengenalan lingkungan di Lapas.

"Blok itu untuk tahanan atau naripadana yang pertama kali masuk ke dalam rumah tahanam atau lapas. Maksimal satu bulan, tapi nanti kita lihat tinjau kalau cepat beradaptasi mungkin satu minggu bisa kita gabungkan dengan yang lain," tuturnya.

Meski demikian, Sopiyana belum dapat memastikan blok mana yang akan dihuni Buni Yani setelah itu. Pihaknya akan melihat terlebih dahulu kondisi dan situasi Buni Yani setelah menjalani masa orientasi.

"Nanti kita lihat dulu, kalau itu saya belum bisa berandai-andai karena harus melihat kondisi dan situasinya dulu. Yang jelas sekarang (Buni Yani) akan kita ditempatkan di blok mapenaling dulu," tandasnya.

Buni Yani

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok akhirnya menjemput paksa Buni Yani setelah mangkir dari surat panggilan nomor B. 282/0.2.34/Euh.3/01/2019 untuk memenuhi panggilan pada pukul 09.00 WIB.

Dalam surat tersebut, Buni Yani diminta untuk menghadap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Depok Priatmaji D Prawiro. Buni Yani diminta datang untuk memenuhi pelaksanaan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung nomor 1712K/PID.SUS/2018 tanggal 22 November 2018.

Buni Yani dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena telah terbukti mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama (BTP), dan divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini