nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Napi Kendalikan Narkoba, Menkumham Diminta Evaluasi Dirjen Pas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 18:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 337 2012584 banyak-napi-kendalikan-narkoba-menkumham-diminta-evaluasi-dirjen-pas-wK9JLNoq8h.jpg Arman Depari (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta kepada Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly untuk mengevaluasi kinerja Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami. Mengingat masih banyaknya peredaran narkotika yang masih dikendalikan oleh narapidana di balik Lembaga Pemasyarakatan (lapas).

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menekankan, banyaknya temuan kasus sepertinya mengharuskan Kemenkumham untuk segera turun tangan. Apalagi, kata Arman, 90 persen hasil pengungkapan narkoba yang dilakukan pihaknya, semua bersumber dari dalam lapas.

"Seperti pengungkapan 100 kilogram sabu dan 1,4 ton ganja, semua dikendalikan napi. Semuanya dikendalikan dari dalam lapas," kata Arman usai jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (1/2/2019).

Ganja 1,5 ton diamankan aparat

(Baca Juga: 1,5 Ton Ganja yang Disita BNN Ternyata Milik Napi di Lapas Kebon Waru)

Menurut Arman, selama ini juga pihaknya sudah melaporkan siapa saja bandar-bandar besar ke Dirjen PAS. Namun, kenyataannya tidak diberikan pengawasan ekstra, justru napi itu kembali mengendalikan peredaran narkotika.

"Dengan maraknya peredaran dan juga penyeludupan yang dikendalikan oleh napi, bisa kita simpulkan bahwa memang pengawasan agak lemah, dan barang kali pengawasan terabaikan," tutur Arman.

Dengan adanya hal tersebut, Arman menyebut, Menkumham harus berani mengambil langkah tegas kepada Dirjen PAS. Mengingat, semua data dan hasil penyelidikan sudah disampaikan, namun pengendalian dari dalam lapas masih terus terjadi.

"Apalagi kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Dirjen PAS, namun tetap saja kami masih menemukan napi yang mengendalikan penyelundupan narkotika," ucap Arman.

Dengan melakukan langkah tegas berupa reposisi jabatan, Arman meyakini bahwa, peredaran narkotika yang akan masuk ke Indonesia bisa berkurang. Menurutnya, untuk saat ini, diperlukan langkah tegas bukan sekadar berbicara belaka dalam memberangus peredaran narkoba.

"Kami semua memerangi narkoba, namun mereka malah membiarkan pengendalian dari dalam lapas," ujar Arman.

Sebelumnya, BNN menggagalkan penyelundupan sabu seberat 100 kilogram yang dikendalikan narapidana lapas Tanjung Gusta atas nama Ramli. Dan kemarin, ganja seberat 1,4 ton yang juga dikendalikan napi Kebon Waru, Bandung, atas nama Suparman, juga digagalkan petugas. Keduanya masih bebas menjalankan bisnisnya dari balik jeruji besi karena pengawasan yang lemah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini