Pidato di Masjid, Buni Yani Menangis Ceritakan Kasusnya

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012544 pidato-di-masjid-buni-yani-menangis-ceritakan-kasusnya-bdGCaC4VkV.jpg Buni Yani (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA – Terpidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani, menangis ketika menceritakan masalah hukum yang menimpa dirinya di sela-sela memberikan sambutan di Masjid Al Barkah, Tebet, Jakarta Selatan. Meski begitu, ia mengaku menangis bukan karena takut dipenjara.

Buni Yani merasa terharu di tengah kasus yang menjeratnya, ia masih mendapat dukungan dan diterima tokoh masyarakat, salah satunya adalah pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barkah, KH Abdul Rosyid Syafi'i. Di tengah rasa harunya itu, ia meneteskan air mata. Namun, ia menyangkal jika ia menangis karena takut akan dijebloskan ke tahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.

"Sampai sekarang saya masih belum bisa menghentikan rasa haru saya kepada beliau, guru kita yang sudah menerima saya di sini. Ini saya nangis bukan karena saya takut dipenjara," ujar Buni Yani di Masjid Al Barkah, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).

Buni Yani (Dok Okezone)

"Tapi karena saya sangat berbahagia karena diterima beliau. Kami di sini untuk meminta arahan. Saya daritadi menangis karena sangat berbahagia karena bisa diterima oleh Kiai Rosyid, guru kita semua," tuturnya.

Tak hanya berterima kasih kepada salah satu tokoh ulama, Buni Yani juga bersyukur dengan kehadiran kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian yang selalu setia mengawal kasus dirinya selama dua tahun.

(Baca Juga : Hubungi Kajari, Buni Yani Akan Menyerahkan Diri ke Kejari Depok Hari Ini)

"Yang tak kalah penting adalah Pak Aldwin Rahadian yang sudah mengawal kasus ini dan menjadi pengacara saya lebih dari 2 tahun sejak saya dilaporkan pada 6 Oktober 2016. Ini sudah mau 2 setengah tahun kasus ini," tutur Buni Yani.

"Tapi, saya tidak sedih karena saya sudah ikhlas karena ini sudah 2,5 tahun, sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya. Mungkin Allah tidak rida saya ada di sana. Jadi, mungkin Allah mencarikan tempat yang lebih baik dari yang sebelumnya Allah sudah ambil," katanya.

(Baca Juga : Kejaksaan Akan Jemput Paksa Buni Yani)

Sekadar diketahui, Buni Yani dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena telah terbukti mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Ia divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung.

Atas vonis tersebut, Buni Yani kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Hawa Barat. Kemudian, ia juga mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun ditolak. Hari ini ia pun akan dieksekusi Kejari Depok.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini