Kejaksaan Akan Jemput Paksa Buni Yani

Wahyu Muntinanto, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012528 kejaksaan-akan-jemput-paksa-buni-yani-H33VfWdeMp.jpg Buni Yani (foto: Okezone)

DEPOK - Kejaksaan Negeri Depok akan mengeksekusi terpidana Buni Yani setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA). Namun, hingga petang ini sekira pukul 16.30 WIB, Buni Yani belum tampak batang hidungnya di Kejaksaan Negeri Depok.

Kasipenkum Kejati Jawa Barat Abdul Muis Ali mengtakan jika hari ini tidak hadir kemungkinan Buni Yani akan dijemput paksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Depok.

(Baca Juga: Buni Yani: Kalau MA Perintahkan Ditahan, Saya Langsung Menyerahkan Diri) 

"Ya, kita akan lakukan langkah-langkah lebih lanjut. Seperti apa perkembangan hari ini tentu kita akan mengambil sikap lebih lanjut," ujarnya didampingi Kajari Depok, Sufari, Jumat (1/2/2019).

Dia menegaskan, untuk bisa menjemput paksa pihak Kejaksaan akan menunggu batas waktu hari ini berakhir, " Ya, kita tunggu hari ini," tegasnya.

Kasipenkum Kejati Jawa Barat Abdul Muis Ali memastikan Buni Yani secara kooperatif akan datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok pada Jumat (1/2/2019). Sebab antara Kejari Depok dengan tim pengacara Buni yani sudah terjalin komunikasi.

"Hari ini kita tunggu prosesnya ya. Nah, Buni Yani, melalui pengacaranya sudah menelepon Pak Kajari, dan sesuai dengan komitmen pengacaranya bahwa Buni Yani akan hadir ke Kejaksaan Negeri Depok secara kooperatif," kata Abdul Muis didampingi Kajari Depok Sufari di Kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (1/2/2019).

Namun soal waktu kedatangan Buni Yani ke Kejari Depok, dia tidak memberikan secara detail, "Kita tunggu, kita tunggu. Jadi, sudah telepon ke Pak Kajari bahwa akan hadir hari ini ke Kejari Depok untuk menyerahkan diri. Artinya menyerahkan itu mengikuti proses hukum yang telah berkekuatan hukum tetap," pungkasnya.

(Baca Juga: Ajukan Surat Penangguhan Eksekusi, Buni Yani Tunggu Respons Kejari) 

Informasi sebelumnya, Buni Yani dinyatakan bersalah karena telah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena telah terbukti mengunggah potongan video Basuki Tjahaja Purnama (BTP), dan divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung.

Atas vonis tersebut, Buni Yani kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Hawa Barat. Kemudian, ia juga mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun ditolak.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini