4 Pernikahan Kakek dan Wanita Muda, Nomor 3 Hanya Bertahan Setahun!

Putri Rahmadanti, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012477 4-pernikahan-kakek-dan-wanita-muda-nomor-3-hanya-bertahan-setahun-5N93BBKW6r.jpg Ilustrasi Nikah (Boldsky)

Penyebab gugatan cerai dilayangkan Tajuddin karena diduga hadirnya orang ketiga dalam rumah tangganya, yang mana Andi Fitriana diketahui punya pria idaman lain.

Atas perceraian tersebut, Fitriana hanya berhak atas 1 unit rumah saja dari 3 materi gugatan yang diajukannya, yakni mobil Honda Civic Turbo dan ia juga meminta tanggungan biaya nafkah (iddah) kepada Tajuddin setelah resmi bercerai.

 Baca juga: Viral, Adu Mulut Tukang Parkir dan Anggota TNI di Cirebon

Lebih lanjut dijelaskan Andi Azwar selaku Kuasa Hukum Tajuddin bahwa harta gono-gini tidak menjadi hak Fitri karena kebersamaan mereka dalam rumah tangga hanya 4 bulan.

“Termohon dalam gugatan baliknya menginginkan rumah, nafkah dan mobil, namun yang hanya dikabulkan hanya mahar berupa rumah tipe 54 sesuai yang tertuang dalam surat nikah,” kata dia.

4. Kakek 60 Tahun Nikahi Gadis 20 Tahun di Bengkulu

Kakek berusia 60 tahun, Edi Sutrisno mempersunting gadis belia, Annisa yang masih berusia 20 tahun. Keduanya melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), di Desa Padang Jaya Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, pada Senin, 3 Desember 2018.

 Baca juga: Tukang Parkir di SMAN 4 Tangsel Viral, Susun Motor Sesuai Merek dan Warna

Pria kelahiran, Malang, Jawa Timur, itu mempersunting gadis yang berjarak usia sekira 40 tahun, dengan maskawin Rp200 ribu. Saat akad nikah berlangsung, ayah kandung gadis belia 20 tahun tersebut, Tarso, menjadi wali nikah. Akad nikah juga menghadirkan sejumlah saksi serta pihak keluarga terdekat dari masing-masing mempelai.

Sebelum melangsungkan pernikahannya itu, keduanya sempat menjalin hubungan asmara yang cukup lama. Informasi yang diperoleh Okezone, mempelai pria sempat menduda selama 7 tahun. Pria yang bekerja sebagai buruh lepas ini menduda lantaran ditinggal istri yang sudah meninggal dunia pada 2011. Dalam pernikahannya yang pertama, ia tidak dikaruniai buah hati.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Sigit Susanto mengatakan, sebelum melangsungkan akad nikah pihaknya sempat menanyakan secara langsung, apakah keduanya saling mencintai dan tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Alhasil, keduanya saling mencintai dan siap menjalani bahtera rumah tangga.

“Mempelai pria bekerja sebagai buruh lepas. Mempelai perempuan tidak bekerja. Mereka menikah suka karena suka, tidak ada unsur paksa dari pihak mana pun,” jelas Sigit, Kamis 6 Desember 2018.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini