4 Pernikahan Kakek dan Wanita Muda, Nomor 3 Hanya Bertahan Setahun!

Putri Rahmadanti, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012477 4-pernikahan-kakek-dan-wanita-muda-nomor-3-hanya-bertahan-setahun-5N93BBKW6r.jpg Ilustrasi Nikah (Boldsky)

JAKARTA – Beberapa kali warga Indonesia dibeberkan mengenai pernikahan beda usia. Mungkin beda usia sekira 1 hingga 4 tahun masih dinilai wajar, tapi bagaimana jika terpaut puluhan tahun?

Salah satunya kisah terbaru belakangan ini, pernikahan kakek bernama Saing (80) dengan perempuan bernama Tika (20) yang sudah berstatus janda itu sempat menghebohkan jagat media akhir-akhir ini. Pasalnya, pernikahan yang berbeda generasi tersebut heboh karena raut wajah Tika yang cemberut saat di pelaminan.

Penikahan tersebut diduga karena orang tua Tika berharap anak perempuannya ada yang menafkahinya terlepas dirinya juga janda. Ternyata, pernikahan beda generasi ini tak hanya satu kejadian saja, melainkan ada beberapa kasus di Negara ini.

 Baca juga: Terungkap! Ini Fakta Kakek di Sinjai Nikahi Remaja yang Sudah 2 Kali Menjanda

https://img-k.okeinfo.net/content/2019/01/31/609/2011812/viral-kakek-ini-nikahi-gadis-18-tahun-netizen-kasihan-mukanya-cemberut-esDW46HF4Q.jpg

Hasil penelusuran Okezone, Jumat (1/2/2019), ada beberapa kasus kakek nikahi gadis yang usianya terpaut jauh. Berikut rangkumannya.

1. Kakek 60 tahun nikahi pelajar SD di Medan

Seorang kakek bernama M Indra Bairi (60), yang disebut-sebut telah beristri enam, menikahi lagi seorang bocah kelas enam SD. Bocah berinisial AA (12), pelajar salah satu SD di kawasan Mabar, Medan Deli, ini dipaksa ayahnya Wagirin (48), untuk menikah dengan M Indra Bairi, warga Jalan KL Yos Sudarso Medan.

Indra disebut-sebut merupakan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pernikahan siri yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2009, kemudian dilaporkan kakak korban, Rismawaty (28), kepada Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan pada 7 November 2009. Pasalnya, pernikahan ini atas dasar paksaan oleh ayah kandung AA. Ia diancam akan dipukul dengan tali pinggang dan kekerasan lainnya.

Usai menikah dengan mahar Rp100.000, AA yang akan mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) pada bulan Mei 2010 ini juga mengaku dipaksa melakukan hubungan intim.

 Baca juga: Viral Kakek Ini Nikahi Gadis 18 Tahun, Netizen: Kasihan Mukanya Cemberut

Sementara itu, Kasat Reskrim Poltabes Medan Komisaris Polisi (Kompol) Jukiman Situmorang membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan korban, namun dalam penanganan kasusnya mengalami kendala. Sebab, hasil visum menyebutkan selaput dara korban masih utuh.

“Kami sangat terbentur dengan hasil visum yang menyebutkan utuh, jadi ya belum kami lanjutkan prosesnya,” jelasnya.

2. Kakek juragan minyak nikahi perawan desa

Seorang pria paruh baya yang dikenal sebagai juragan minyak asal Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mempersunting gadis perawan desa. Foto pernikahan keduanya beredar di media sosial hingga menjadi viral.

Tak banyak informasi yang diperoleh mengenai pernikahan beda generasi itu. Namun pemilik akun facebook @Yuni Rusmini pada Kamis 9 November 2017 menyebutkan bahwa acara pernikahan mereka digelar dengan mewah. Foto-fotonya pun beredar di media sosial dan menjadi perbincangan netizen.

Baca juga:  Viral Siswa SMK di Ngawi Main Kuda-kudaan saat Guru Mengajar

Pada acara hajatannya, pihak mempelai pria sengaja memanggil orkes musik beserta biduannya yang didatangkan langsung dari Jakarta. Hal itu semata-mata untuk menghibur para tamu undangan di pesta pernikahannya itu.

3. Kakek 75 Tahun Nikahi Gadis 25 Tahun di Sulsel – Cerai

Pernikahan mantan Wakil Walikota Pare-Pare, Tajuddin Kammisi (75) yang terpaut usia 50 tahun dengan istrinya Andi Fitriana (25) itu cukup menghebohkan dan menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Pasalnya jumlah mahar yang disebut-sebut mencapai Rp2 miliar. Pernikahan itu berlangsung pada 22 April 2017 di Dusun Tanah Tengah, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo.

Nahas, pernikahan tersebut hanya berjalan beberapa bulan saja dan telah resmi bercerai. Pasalnya Tajuddin mengajukan gugatan di Pengadilan Agama (PA) Watampone, Bone. Gugatan diajukan Tajuddin yang belum genap setahun usia pernikahannya itu diajukan pada 19 Maret 2018 dan resmi bercerai pada Rabu 17 September 2018.

Penyebab gugatan cerai dilayangkan Tajuddin karena diduga hadirnya orang ketiga dalam rumah tangganya, yang mana Andi Fitriana diketahui punya pria idaman lain.

Atas perceraian tersebut, Fitriana hanya berhak atas 1 unit rumah saja dari 3 materi gugatan yang diajukannya, yakni mobil Honda Civic Turbo dan ia juga meminta tanggungan biaya nafkah (iddah) kepada Tajuddin setelah resmi bercerai.

 Baca juga: Viral, Adu Mulut Tukang Parkir dan Anggota TNI di Cirebon

Lebih lanjut dijelaskan Andi Azwar selaku Kuasa Hukum Tajuddin bahwa harta gono-gini tidak menjadi hak Fitri karena kebersamaan mereka dalam rumah tangga hanya 4 bulan.

“Termohon dalam gugatan baliknya menginginkan rumah, nafkah dan mobil, namun yang hanya dikabulkan hanya mahar berupa rumah tipe 54 sesuai yang tertuang dalam surat nikah,” kata dia.

4. Kakek 60 Tahun Nikahi Gadis 20 Tahun di Bengkulu

Kakek berusia 60 tahun, Edi Sutrisno mempersunting gadis belia, Annisa yang masih berusia 20 tahun. Keduanya melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), di Desa Padang Jaya Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, pada Senin, 3 Desember 2018.

 Baca juga: Tukang Parkir di SMAN 4 Tangsel Viral, Susun Motor Sesuai Merek dan Warna

Pria kelahiran, Malang, Jawa Timur, itu mempersunting gadis yang berjarak usia sekira 40 tahun, dengan maskawin Rp200 ribu. Saat akad nikah berlangsung, ayah kandung gadis belia 20 tahun tersebut, Tarso, menjadi wali nikah. Akad nikah juga menghadirkan sejumlah saksi serta pihak keluarga terdekat dari masing-masing mempelai.

Sebelum melangsungkan pernikahannya itu, keduanya sempat menjalin hubungan asmara yang cukup lama. Informasi yang diperoleh Okezone, mempelai pria sempat menduda selama 7 tahun. Pria yang bekerja sebagai buruh lepas ini menduda lantaran ditinggal istri yang sudah meninggal dunia pada 2011. Dalam pernikahannya yang pertama, ia tidak dikaruniai buah hati.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Sigit Susanto mengatakan, sebelum melangsungkan akad nikah pihaknya sempat menanyakan secara langsung, apakah keduanya saling mencintai dan tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Alhasil, keduanya saling mencintai dan siap menjalani bahtera rumah tangga.

“Mempelai pria bekerja sebagai buruh lepas. Mempelai perempuan tidak bekerja. Mereka menikah suka karena suka, tidak ada unsur paksa dari pihak mana pun,” jelas Sigit, Kamis 6 Desember 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini