Share

Buni Yani: Kalau MA Perintahkan Ditahan, Saya Langsung Menyerahkan Diri

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012456 buni-yani-kalau-ma-perintahkan-ditahan-saya-langsung-menyerahkan-diri-1eXUhqgLpt.jpg Buni Yani didampingi kuasa hukumnya (Sarah/Okezone)

JAKARTA – Buni Yani tak akan memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Jawa Barat, untuk dieksekusi, hari ini, sebagai hukuman atas kasus pelanggaran Undang-Undang ITE. Dia beralasan keputusan Mahkamah Agung (MA) tidak memerintahkan dirinya harus ditahan.

Buni Yani menegaskan siap menyerahkan diri jika ada perintah MA dirinya wajib ditahan.

"Kalau sudah jelas nanti hasil keputusannya saya akan menyerahkan diri, tapi kan itu hasil keputusannya masih multi intepretasi, enggak jelas, padahal bahasa hukum itu mestinya jelas, terukur, terbatas, memiliki definisi yang fix," ujar Buni Yani usai Salat Jumat di Masjid Al Barkah, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).

 

Menurutnya putusan MA terkait kasusnya ada dua isinya yaitu penolakan kasasi Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa, kemudian wajib membayar biaya perkara Rp 2.500.

“Sama sekali tidak ada perintah penahanan dan memang tidak perlu," ujar pria yang berprofesi sebagai dosen itu.

Buni Yani bersikeras sampai saat ini bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemotongan video Basuki Tjahaja Purnama (BTP), yang membuatnya divonis melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami minta fatwa dari MA. Nanti kalau MA mengatakan Buni Yani wajib masuk penjara, kata MA. Saya langsung menyerahkan diri otomatis. Saya juga tidak mengakui sampai sekarang apa yang dituduhkan. Saya tidak pernah melakukannya," kata Buni Yani.

Sebelumnya, Buni Yani divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung. Jaksa dan Buni Yani lalu kasasi, tapi ditolak MA.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini