Eni Saragih Kembalikan Lagi Uang Suap PLTU Riau-1 ke KPK Senilai Rp500 Juta

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 337 2012400 eni-saragih-kembalikan-lagi-uang-suap-pltu-riau-1-ke-kpk-senilai-rp500-juta-5QjzJQMfJP.jpg Eni Maulani Saragih. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menerima pengembalian uang dari terdakwa Eni Maulani Saragih sebesar Rp500 juta. Dan itu diduga berasal dari hasil gratifikasi proyek pembangunan PLTU Riau-1.

"KPK telah menerima pengembalian uang kembali dari terdakwa Eni M Saragih sebesar Rp500 juta yang diakui sebagai bagian dari penerimaan gratifikasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Hingga saat ini total pengembalian uang yang dikembalikan oleh Eni Saragih sejak proses penyidikan adalah Rp4.050.000.000 dan SGD10.000. Sedangkan dalam dakwaan Eni disebutkan diduga menerima suap senilai Rp3.550.000.000, gratifikasi Rp500.000.000, dan SGD10.000.

"Jika dibandingkan dakwaan, pengembalian yang belum dilakukan adalah Rp5,1 miliar dan SGD40.000. Sebagaimana informasi dari JPU, terdakwa telah menyampaikan akan mengembalikan sisa uang gratifikasi yang pernah diterima secara bertahap atau mengangsur," ujar Febri.

(Baca juga: Eni Saragih Akui Terima Uang Rp4,7 Miliar dari Kotjo, tapi Sudah Dikembalikan ke KPK)

Dengan adanya pengembalian itu, kata Febri, langkah selanjutnya JPU akan memasukkan sebagai tambahan bukti dalam berkas perkara yang sedang berjalan.

"Pengembalian tersebut dilakukan terdakwa melalui rek penampungan pada tanggal 30 Januari 2019," tutur Febri.

Eni Maulani Saragih. (Foto: Ist)

Ia mengatakan, pihaknya menghargai sikap kooperatif dari politikus Partai Golkar tersebut terkait pengembalian uang. "Tentu akan dipertimbangkan sebagai aspek meringankan dalam penanganan perkara ini," tutur Eni.

Dalam perkara ini Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

(Baca juga: Pemberian Uang Rp4,7 Miliar ke Eni Saragih Dilakukan secara Bertahap)

Uang itu diduga sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

‎Selain itu, Eni juga didakwa menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur serta pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini